, ,

Panen Udang Meningkat Berkat Listrik PLN

Posted by

Lampung, Petrominer – Listrik telah mendorong pertumbuhan ekonomi. Inilah yang mulai dirasakan petambak udang di Bumi Dipasena, Lampung. Sejak mendapatkan aliran listrik dari PLN pada Maret 2020 lalu, petambak udang di tambak udang terbesar di Asia Tenggara dan lumbung udang nasional ini mulai bangkit dan merasakan panen.

Seperti dituturkan Wagiran, salah satu anggota Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah (P3UW) Lampung. Dia baru saja melakukan panen tambak perdana dengan memakai listrik PLN dengan daya 10.600 Volt Ampere (VA). Di tambak berukuran 40×50 meter persegi, Wagiran menebar 100 ribu ekor benur (benih udang) per petak tambak. Umur udang saat di panen 90 hari berukuran sekitar 42 ekor per kilogran dengan tonase hasil panen mencapai 2,6 ton.

“Setelah disambung listriknya, kami coba langsung menebar benur dengan kepadatan tinggi dan ternyata berhasil. Ini bukti tambak Dipasena sangat layak dan masih produktif,” ungkap Wagiran.

Menurutnya, dari hasil panen kali keuntungan yang didapatnya bisa mencapai Rp 150 juta. Hasil itu pun baru dari satu tambak.

Sebelumnya, petambak udang Dipasena menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik. Wagiran menuturkan bahwa hadirnya listrik PLN telah memangkas biaya operasional, khususnya untuk pembelian BBM.

Biasanya dalam sebulan biaya untuk membeli BBM guna keperluan genset mencapai Rp 7 juta. Namun ketika menggunakan listrik PLN, biaya untuk keperluan listrik hanya Rp 2 juta. Dengan kualitas listrik yang lebih baik dan murah, otomatis meningkatkan keuntungan dari usaha tambak udang.

“Alhamdulillah dari panen kali ini bisa mendapat sekitar Rp 150 juta. Ini hanya satu tambak ya, satu tambak lagi saya panen dini waktu umur 60 hari. Saya kurang teliti mengamati udang dari awal, telat ngincir, dan udang kurang oksigen akhirnya 1 tambak itu banyak yang mati,” ujar Wagiran dengan semangat.

Tidak jauh berbeda juga disampaikan Ketua P3UW Lampung, Suratman. Dia pun sangat apresiasi upaya PLN yang sudah berhasil menerangi Bumi Dipasena.

“Dengan hadirnya listrik ini, tentu Bumi Dipasena ini menjadi lebih produktif dan tetap menjadi lumbung udah nasional,” ujar Suratman.

Guna meningkatkan layanan listrik di Bumi Dipasena, pada Agustus 2020 lalu, PLN telah berhasil mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Tinggi Mesuji – Dipasena 150 kiloVolt, yang membentang sepanjang 73,6 kms (Kilo Meter Sirkuit), dan di topang 211 Tower.

“Ini merupakan komitmen PLN untuk terus mendukung program pemerintahan Presiden Joko Widodo, salah satunya dengan meningkatkan produksi udang dalam negeri, khususnya di Bumi Dipasena ini,” ucap General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, Pandaporan Manurung.

Bumi Dipasena, Lampung, merupakan salah satu lumbung tambak udang nasional dengan udang windu dan udang vaname sebagai produk unggulan. Sebelumnya, Dipasena bahkan disebut sebagai tambak udang terbesar di Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *