,

Pakai Gas Bumi, Hemat LPG 30.000 Ton/Tahun

Posted by

Jakarta, Petrominer — Pemerintah terus mengembangkan pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga dan tranportasi. Pembangunan jaringan gas rumah tangga pun terus dipacu sejalan dengan pembagian konverter kit gas untuk transportasi atau angkutan umum.

Berdasarkan data Direkturat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga awal tahun 2017, telah terbangun jargas sebanyak 197.000 sambungan rumah (SR) di 27 kota. Sementara pembagian konverter kit untuk trasportasi sampai akhir tahun 2016 telah dibagikan 1.000 unit. Pemerintah bersama beberapa badan usaha juga telah membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) sebanyak 82 unit.

“Penggunaan gas oleh rumah tangga dari 197.000 SR telah menghemat penggunaan LPG sebanyak 36.000 ton per tahun. Selain itu, masyarakat yang menggunakan gas bumi juga menikmati penghematan yang cukup besar,” ujar Dirjen Migas, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, Rabu (8/2).

Sebagai contoh, jelas Wiratmaja, rata-rata rumah tangga mengkonsumsi LPG ukuran 12 kg sebanyak 1 tabung per bulan yang harganya sekitar Rp 130.000. Sedangkan dengan menggunakan gas bumi, rata-rata penggunaan Rp 40.000 per bulan.

“Jadi ada penghematan Rp 90.000 per bulan,” paparnya.

Setiap tahun, Pemerintah terus menganggarkan pembangunan jargas. Pada tahun 2016, jargas yang dibangun dengan dana APBN sebanyak 89.000 SR. Untuk tahun 2017 ini, Pemerintah berencana membangun 53.000 SR di sejumlah kota/kabupaten.

“Semakin banyak jaringan gas bumi rumah tangga dibangun, yang pertama dihemat adalah subsidi elpiji. Kedua bisa mengurangi impor elpiji, yang saat ini 67% elpiji dari impor. Sementara gas bumi dari dalam negeri,” kata Wiratmaja.

Hal inilah yang mendorong Pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur gas untuk rumah tangga tersebut. Untuk tahun 2017 ini, Pemerintah berencana akan membangun 53.700 SR dengan nilai anggaran Rp 1,1 Triliun.

Sementara pemanfaatan gas bagi transportasi, penghematan yang diperoleh pengendara angkot dari penggunaan gas sekitar Rp 3 juta per bulan. Pada tahun 2016 telah dibagikan 1.000 unit dan total SPBG sebanyak 82 unit. Untuk tahun 2017, akan dibangun 5.000 unit konverter kit dan 2 SPBG.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Migas mengakui bahwa dibandingkan negara lain, jumlah kendaraan yang menggunakan gas di Indonesia relatif lebih rendah. Seperti Iran, jumlah kendaraan CNG-nya tahun 2016 sebanyak 4 juta dan SPBG 2350. Sedangkan Thailand, jumlah kendaraan yang menggunakan CNG sebanyak 462.000 dan SPBH 470 unit.

UKM Ikut Hemat

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., Irwan Andri Atmanto, menyatakan bahwa manfaat gas bumi melalui jargas tidak hanya dinikmati oleh rumah tangga, namun juga Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Malahan, sumber energi murah dan ramah lingkungan ini bisa mengurangi ongkos produksi UKM hingga setengahnya. Seperti yang dinikmati sejumlah UKM di Batam, Kepulauan Riau.

Dengan memakai gas bumi, ujar Iwan, salah seorang pengusaha laundry mengaku bisa menghemat sampai 50%. Gas bumi tersebut dimanfaatkan sebagai pemanas (heater), pengering (dryer) dan uap dalam usaha cuci pakaian tersebut.

“Sebelumnya operasional kami menggunakan LPG dan listrik. Kemudian beralih ke gas bumi setelah dapat informasi kalau gas bumi bisa dimanfaatkan untuk mesin heater, dryer dan uap kami. Dan ternyata setelah kami hitung, penggunaan gas bumi lebih hemat 40%-50%,” ungkap Jimmy, pengusaha laundry.

Menurut Jimmy, para pelaku usaha seperti dirinya sangat beruntung dapat memanfaatkan gas bumi. Hal ini bisa terealisasi karena PGN mengembangkan infrastruktur gas bumi di daerah Nagoya, Batam.

Jimmy adalah satu dari banyak pemilik UKM yang terbantu setelah PGN merealisasikan komitmennya untuk memperluas jaringan dan pemanfaatan gas bumi ke berbagai segmen usaha dan masyarakat di berbagai daerah.

Iwan juga mengungkapkan bahwa PGN di Batam telah menyalurkan gas bumi ke lebih dari 4.670 rumah tangga, 28 pelanggan komersil seperti hotel, mal dan restoran, serta 55 industri dan pembangkit listrik.

Dengan begitu, PGN menjadi bahan usaha gas bumi yang paling lengkap dalam menyalurkan gas bumi seluruh pengguna gas. Mulai dari rumah tangga, UKM, hotel, mal (pusat belanja), industri hingga pembangkit listrik dan transportasi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *