Dirjen Mineral dan Batubara, Bambang Gatot Ariono, meluncurkan aplikasi Modul Verifikasi Penjualan (MVP) batubara di Bandung, Jum'at (13/9).

Bandung, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) meluncurkan aplikasi Modul Verifikasi Penjualan (MVP). Sistem ini diyakini mampu meningkatkan optimalisasi pengawasan kegiatan pertambangan, khususnya dalam hal pemasaran batubara.

Menurut Direktur Jenderal Minerba, Bambang Gatot Ariono, aplikasi ini bisa menjawab permasalahan yang selama ini ada.

“Ada perusahaan yang produksinya entah darimana asalnya, kemudian bisa jualan, tidak punya dokumen RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) bisa jalan,” ujar Bambang saat meluncurkan aplikasi tersebut, Jum’at (13/9).

Dia menjelaskan, latar belakang dibuatnya aplikasi MVP ini diantaranya karena belum semua perusahaan melaporkan data produksi dan penjualan secara rutin lewat aplikasi Minerba Online Monitoring System (MOMS). Selain itu, masih ada resiko perusahaan melakukan pelanggaran terkait produksi dan penjualan. Aplikasi MVP ini selesai dibangun pada Juni 2019.

“Aplikasi MVP akan menyeleksi perusahaan-perusahaan yang tidak melengkapi persyaratan sesuai dengan aturan maka tidak akan bisa melakukan transaksi. Perusahaan mungkin bisa produksi di lapangan, tapi tidak bisa menjual, kan ini sumber daya alam, bukan bahan makanan atau mainan, jadi kalau tanpa menggunakan aplikasi ini dia tidak bisa jalan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Ditjen Minerba, Muhamad Hendarso, menuturkan bahwa aplikasi MVP dibuat untuk merespon penilaian dari KPK, BPK, dan ICW. Pasalnya, ketiga lembaga tersebut menilai pengawasan terhadap penjualan batubara masih belum optimal. Hal itu diindikasikan dengan adanya kegiatan penjualan batubara yang tidak sesuai peraturan dan mengakibatkan adanya potensi kehilangan penerimaan negara.

“(Aplikasi) MPV akan meningkatkan pengawasan atas kegiatan penjualan batubara secara online dengan lebih mudah, lebih akurat, lebih cepat, dan dan lebih transparan,” jelas Hendarso.

Dia juga mengungkapkan bahwa aplikasi MVP akan melengkapi tiga aplikasi lain yang telah ada dan saling terintegrasi satu dengan lainnya, yaitu MOMS, Minerba One Data Indonesia (MODI) dan e-PNBP.

“Dengan aplikasi yang saling terintegrasi, akan membawa benefit tersedianya data produksi dan pemasaran batubara yang akurat dan cepat. Penjualan batubara juga terverifikasi sesuai peraturan perundang-undangan dan terlaksananya pengawasan produksi serta penjualan batubara yang efektif dan efisien,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here