PLTP Kamojang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) mendukung langkah Pemerintah membentuk Holding Geothermal Indonesia (HGI). Langkah ini disebutnya sebagai upaya mempercepat dan mengoptimalkan pengembangan potensi panasbumi di Tanah Air demi kemakmuran rakyat.

“PLN tentunya akan mendukung keputusan Pemerintah. Harapannya pembentukan holding ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat,” ujar Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi, Jum’at (6/8).

Menurut Agung, rencana pembentukan holding panasbumi tersebut juga sesuai dengan Transformasi PLN dalam pilar Green, yang dicanangkan sejak 21 April 2020. PLN terus mendukung transisi energi di Indonesia dengan gencar mengembangkan pembangkit energi baru terbarukan yang ramah lingkungan, salah satunya panasbumi.

Saat ini, potensi energi panasbumi Indonesia mencapai 25 gigawatt (GW), atau setara 40 persen cadangan potensi panasbumi dunia. Namun pemanfaatannya baru sekitar 2,1 GW. Melihat besarnya potensi tersebut diperlukan upaya terobosan untuk mengakselerasi pemanfaatan panasbumi untuk pembangkit listrik.

Karena itulah, PLN memastikan dukungannya terhadap rencana Pemerintah untuk mengonsolidasikan entitas-entitas usaha yang selama ini mengelola energi panasbumi ke dalam HGI. Dengan begitu, cadangan panasbumi Indonesia bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Tujuan utama dari pembentukan holding ini bukan untuk mengerdilkan satu sama lain, namun justru untuk membesarkan setiap entitas dan menggarap potensi panasbumi sebesar-besarnya,” tegas Agung.

Melalui holding ini, menurutnya, seluruh sumber daya, aset yang dimiliki oleh setiap entitas, termasuk sumber daya manusia dengan keahlian-keahlian spesifik akan tetap dioptimalkan. Proses ini juga akan menghasilkan holding panasbumi yang jauh lebih besar dibandingkan yang sekarang ada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here