Salah satu lapangan migas offshore Pertamina EP Aset 3 Jatibarang.

Jatibarang, Petrominer – PT Pertamina EP terus menggenjot produksi minyak dan gas bumi (migas) dari lapangan Jatibarang Field di Indramayu, Jawa Barat. Sejumlah program dan strategi pun disusun dan dilaksanakan untuk meningkatkan produksinya.

Jatibarang Field merupakan lapangan yang telah ada sejak tahun 1972. Di wilayah ini, Pertamina EP saat ini mengelola 50 Struktur di Onshore dan 1 struktur di Offshore dengan total sumur penghasil migas sebanyak 170 sumur.

Untuk tahun 2018 ini, strategi dan upaya optimalisasi produksi yang telah dan akan dilakukan Pertamina EP meliputi stimulasi, reaktivasi, konversi lifting, reparasi (well intervention) dan Workover di sumur eksisting. Selain itu, ada juga program pemboran sumur. Pada paruh pertama 2018, 1 sumur sudah dibor. Sementara untuk paruh kedua, direncanakan akan dilakukan 2 sumur di struktur Cemara (CMS) dan Akasia Bagus (ABG).

“Upaya upaya optimalisasi tersebut diharapkan bisa menambah produksi Jatibarang field, dengan prognosa pencapaian rata- rata tertinggi di bulan Desember 2018 menembus angka 5.893 barrel oil per day (BOPD),” ujar Public Relation Manager Pertamina EP, Hermansyah Y Nasroen, Jum’at (3/8).

Lebih lanjut, Hermansyah menjelaskan beberapa keberhasilan yang dicapai di Jatibarang Field dalam program optimalisasi produksi.

Pertama dari Program Reaktivasi. keberhasilan reaktivasi di Jatibarang Field yang memberikan kontribusi terhadap optimasi produksi adalah di anjungan lepas pantai XMA. 2 Sumur di anjungan tersebut XMA-8 dan XMA-9 berhasil dilakukan reaktivasi dengan pemasangan artificial lift ESP. sd Semester 1 Tahun 2018 kumulatif produksi dari 2 sumur tersebut mencapai 20.709 barel.

Program optimasi lifting. Beberapa upaya untuk mengoptimalkan potensi produksi eksisting dilakukan dengan konversi Artificial lift, beberapa keberhasilan konversi lifting dari gas lift ke ESP diantaranya sumur CMT-15, Sumur JTB-172. Selain itu konversi lifting juga dilakukan dari Gas Lift ke HPU pada JTB-161 juga memberikan hasil gain yang signifikan. Hal ini menjadi referensi untuk konversi sumur gas lift lainnya.

Program stimulasi. upaya Pertamina EP dalam menahan laju penurunan adalah dengan melakukan program stimulasi pada sumur-sumur yang mengalami permasalahan scalling (endapan) dan kenaikan kadar air seperti pada Struktur Akasia Besar dan Jatibarang. Untuk sumur ABG-03 mendapatkan tambahan produksi sekitar 700 BOPD.

Program reparasi dan workover. Ini memberikan hasil yang positif, diantaranya sumur gas di Struktur Randegan dan Tugu Barat; RDG-48, RDG-50, TGB-19 menghasilkan tambahan rata-rata 1 MMSCFD. Untuk sumur minyak hasil workover yang cukup memberikan hasil signifikan adalah di struktur Akasia Bagus (ABG-2 dan ABG-3) serta struktur Jatibesar (JBS-01). Saat ini kontribusi produksi dari ke tiga sumur tersebut rata–rata 537 BOPD secara sembur alam.

Sementara Upaya yang akan dilakukan di Semester 2 tahun 2018 dan diharapkan mampu menambah produksi migas adalah:

  • Pemboran 2 sumur, di struktur Cemara (CMS-XXI) dengan estimasi tajak di bulan Juli 2018 dengan target Qoi 150 BOPD, sumur ABG-A2 rencana tajak di bulan Oktober 2018 dengan estimasi Qoi 137 BOPD
  • Program stimulasi dan fracturing diantaranya kelanjutan dari keberhasilan Stimulasi Bio surfactant, di semester-2 akan dilakukan kembali dengan target di lapisan F dan Vulkanik struktur Jatibarang, fracturing di Cemara dan Jatibarang.
  • Reaktivasi dan reparasi sumur khususnya di struktur X ray, melanjutkan keberhasilan 2 sumur di anjungan XMA, Semester-2 Tahun 2018 3 Sumur akan dilakukan reaktivasi menggunakan Artificial lift ESP dan 2 sumur lainnya akan diproduksikan dengan metode in situ Gas lift dari satu sumur gas di struktur XMA.

“Saat ini rata-rata produksi harian Jatibarang adalah 5.184 BOPD dan 42.05 MMSCFD. Upaya optimalisasi tersebut diharapkan bisa menambah produksi hingga menembus angka 5.893 BOPD,” ujar Hermansyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here