UNDP memperkirakan terdapat 13 juta ton sampah plastik yang terbuang ke lautan dan berdampak mengganggu lingkungan hidup di seluruh dunia setiap tahunnya.

Jakarta, Petrominer – Anggota DPR RI, Andi Akmal Pasluddin, mendukung rencana Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menyelesaikan persoalan sampah laut. Apalagi, sampah tersebut kemudian dimanfaatkan untuk memproduksi energi listrik.

“Laut bisa bersih aja terutama pantai-pantainya sudah sangat bagus, apalagi bila sampahnya mampu diubah menjadi energi listrik. Ini akan menjadi prestasi yang luar biasa di dunia internasional,” ujar Akmal, Senin (2/12).

Menurutnya, ketika Indonesia mampu mengendalikan sampah laut dengan dua tujuan sekaligus, memperbaiki ekosistem pantai dan memproduksi energi dari bahan baku sampah, maka akan menjadi prestasi Indonesia di mata dunia pada upaya mengatasi persoalan lingkungan di laut.

Mengutip data dari Forum Ekonom Dunia, Akmal menyebutkan ada 150 juta ton plastik di samudra bumi ini. Jumlah plastik yang tumpah dari daratan ke laut setiap tahunnya sebesar 8 juta ton. Ketika plastik tidak terurai dalam jangka ratusan tahun, akumulasi ini tak terbendung bila tidak ada upaya penyelamatan dari manusia.

Legislator asal Sulawesi Selatan II ini menjelaskan bahwa Indonesia pada tahun 2005 akan menjadi negara penghasil sampah terbesar di dunia, dengan jumlah produksi sampah sebesar 66-67 ton per tahun. Malahan, sebuah lembaga peneliti Internasional menyebut Indonesia sebagai penyumbang sampah laut terbesar kedua setelah China pada tahun 2019 ini.

“Publikasi Indonesia sebagai penyumbang sampah laut terbesar kedua dipaparkan pada jurnal berjudul Plastic Waste Inputs From Land Into The Ocean. Penghasil sampah laut terbesar secara berurutan adalah China sebesar 262,9 juta ton sampah, Indonesia (187,2 juta ton), Filipina (83,4 juta ton), Vietnam (55,9 juta ton), dan Sri Lanka (14,6 juta ton),” urai Akmal.

Menurutnya, Fraksi PKS tempatnya bernaung sedang mengusulkan revisi RUU penanganan sampah. Undang-Undang Nomor 18 2008 tentang Pengelolaan Sampah perlu penguatan sisi regulasi menjawab persoalan sampah yang semakin kompleks.

“Ini sejalan dengan program pemerintah kedepan sekaligus mengakomodir banyak ide dari berbagai forum untuk mengatasi persoalan lingkungan dan energi sekaligus,” tegas Akmal.

Bila kegiatan penanganan sampah laut ini serius ditangani lintas sektoral, jelasnya, bukan hal mustahil Indonesia mampu mengatasi persoalan sampah terutama sampah laut yang berimplikasi pada pengembalian kualitas ekosistemnya.

“Saya berharap program penanganan sampah laut ini bukan sekedar lips service Pemerintah untuk pencitraan saja. Program ini sangat bagus dan perlu dukungan semua pihak. Menjawab tantangan energi dari sampah sekaligus mengatasi persoalan lingkungan kawasan pantai dan laut akan menjadi prestasi mengagumkan di mata dunia,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here