Azianto, nelayan Anambas, saat berdialog dengan Kepala SKK MIGAS Dwi Soetjipto dan Dirjen Migas Tutuka Ariadji di acara pameran Forum Kapasitas Nasional 2021 di Jakarta Convention Centre, Kamis (21/10).

Jakarta, Petrominer – Kehadiran industri hulu minyak dan gas bumi (migas) tidak hanya memberikan manfaat positif pada pendapatan pemerintah daerah melalui dana bagi hasil migas. Manfaat tidak langsung pun ikut dirasakan masyarakat atas beroperasinya suatu wilayah kerja migas.

Hal ini merupakan salah satu dari multiplier effect (efek berganda) yang diciptakan SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah operasi hulu migas. Apalagi, ada satu kewajiban KKKS untuk melakukan pembinaan seperti pelatihan dan ketrampilan usaha melalui Program Pengembangan Masyarakat.

Seperti yang telah diterima Azianto, nelayan di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Nelayan binaan Medco E&P Natuna Ltd. (Medco E&P) ini mencapai keberhasilannya usai mengikuti Program Keramba Jaring Apung (KJA) ikan Kerapu. Pendapatan Azianto dan nelayan lain yang ikut dalam program itu pun mengalami peningkatan, bahkan produksi ikan Kerapu-nya dibeli negara tetangga.

Azianto pun bersedia untuk berbagi pengalamannya dengan nelayan dari daerah lain. Dia dihadirkan dalam Forum Kapasitas Nasional 2021 di Jakarta. Selama dua hari, Kamis (21/10) – Jumat (22/10), Azianto tampil mewakili UMKM Balai Benih Ikan dari Kabupaten Kepulauan Anambas.

Didampingi VP Supply Chain Management Medco E&P Kenneth Gunawan dan CSR Officer Fahmi Abdillah, Azianto tampak bersemangat menceritakan keberhasilannya kepada Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, dan Direktur Jenderal Migas, Tutuka Ariadji.

Dia juga menjelaskan bahwa saat ini program KJA telah berkembang menjadi Balai Benih Ikan di Anambas.

Padahal sebelumnya mereka hanyalah nelayan harian yang tergantung akan kondisi laut. Namun, melalui Balai Benih Ikan, dalam tujuh tahun terakhir balai tersebut telah mendistribusikan sebanyak 185.263 benih ikan Kerapu dengan omzet senilai Rp 4,8 miliar.

“Lokasi Anambas yang strategis mempermudah pembeli dari luar negeri, salah satunya dari Hongkong untuk membeli ikan kerapu budidaya dari nelayan. Kondisi pemasaran ini mendorong masyarakat untuk melakukan budidaya ikan kerapu,” ujar Azianto.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here