Cilacap, Petrominer – Penggunaan LPG sebagai bahan bakar kapal dinilai dapat menghemat operasional nelayan ketimbang menggunakan bahan bakar minyak atau bensin. Tidak hanya itu, penggunaan bahan bakar gas (BBG) juga lebih ramah lingkungan karena emisi gas buangnya sedikit, serta perawatan mesin lebih mudah dan lebih awet.
Hal itu disampaikan Pejabat sementara (Pjs.) Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina MOR IV, Marthia Mulia Asri, usai mengikuti seremonial penyerahan alat konversi (konverter kit) BBM ke BBG untuk para nelayan Cilacap di Balai Desa Cisuru, Kecamatan Gandrumangu, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (21/10).
Sebanyak 2.000 nelayan di Cilacap menerima bantuan Pemerintah berupa perangkat konversi BBM ke BBG, yang terdiri dari mesin penggerak, konventer kit, as panjang, baling-baling, dua buah tabung LPG 3 kg. Selain itu, ada diserahkan juga aksesoris pendukung lainnya seperti reducer, regulator, dan mixer.
Marthia menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden No. 38 tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG Tabung 3 Kg untuk Kapal Penangkap ikan Bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air bagi Petani Sasaran. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjalankan penugasan dalam pendistribusian LPG bersubsidi, Pertamina mendukung program tersebut dan memastikan agar ketersediaan stoknya terjamin.
Menurutnya, program konversi BBM ke BBG yang diterapkan kepada para nelayan sangat baik karena dapat mengoptimalkan penyaluran LPG bersubsidi.
“Dengan demikian, semakin memudahkan kami untuk menyalurkan LPG 3 Kg yang merupakan produk subsidi untuk masyarakat prasejahtera, dalam hal ini nelayan kecil yang harus dibantu, yang hari-harinya melaut untuk mencari ikan,” ungkap Marthia.
Selain itu, dia juga menegaskan bahwa penggunaan LPG sebagai bahan bakar dinilai dapat menghemat operasional nelayan ketimbang menggunakan bahan bakar minyak atau bensin.
“Tingkat penghematannya bisa mencapai 30-50 persen ketimbang menggunakan BBM. Selain itu juga lebih ramah lingkungan karena emisi gas buangnya lebih sedikit, serta perawatan mesin LPG lebih mudah dan lebih awet,” jelas Marthia.
Dalam tiga tahun terakhir, setidaknya sudah ada 6.925 nelayan di Cilacap yang telah melakukan konversi BBM ke BBG. Pertamina pun akan terus mendukung program ini dan berharap dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para nelayan








Tinggalkan Balasan