Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka kesempatan bagi 100 generasi muda untuk bergabung menjadi Patriot Energi. Program ini difokuskan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melaui penyediaan akses listrik yang inkulsif berbasis Energi Baru Terbarukan di lokasi Terdepan, Terluar, Tertinggal dan wilayah Transmigrasi (4T).
Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), Tri Mumpuni, selaku lembaga pelaksana, merinci persyaratan yang harus dipenuhi bagi pemuda/pemudi yang ingin bergabung dalam program Patriot Energi. Maksimal berusia 35 tahun, pendidikan sarjana/setara dengan mengutamakan sarjana teknik, sehat jasmani dan rohani, memiliki pengalaman pemberdayaan/kerelawanan minimal satu tahun.
Selain itu, mereka memiliki pribadi yang berjiawa sosial, aktif, cerdas dan bersemangat, mempunyai motivasi mensejahterakan masyarakat, bersedia mengikuti semua rangkaian pelatihan dan penugasan selama 12 bulan dan bersedia tidak menikah selama pelatihan dan penugasan.
“Karena ini tugasnya berat, kita ingin mendapatkan peserta sehat jasmani dan rohani,” tegas Tri usai acara Launching Program Patriot Energi, Jum’at (18/6).
Pada tahapan rekrutmen, calon peserta Patriot Energi akan menjalani seleksi administrasi secara online, dengan mengunggah esai maksinal 500 kata, seleksi kompetensi dan wawancara, serta medical check up.
Rekrutmen, pendidikan dan pelatihan calon personil Patriot Energi, sambung Tri, akan dibekali empat kompetensi dasar, yaitu kompetensi kejuangan, kompetensi keikhlasan, kompetensi keteknisan, dan kompetensi pembangunan berbasis masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan EBTKE (PPSDM KEBTKE), Laode Sulaeman, menjelaskan rancangan pelatihan Patriot Energi tahun 2021 dikhususkan pada pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
Beberapa materi yang akan didapatkan oleh calon personil Patriot Energi adalah regulasi ketenagalistrikan dan EBT, pengantar EBT, komponen PLTS dan PLTMH, tinjauan lokasi, aspek kelayakan, rancangan sistem, pengoperasian, pemeliharaan, identifikasi dan penanganan gangguan, praktik pengoperasian dan pemeliharaan, proposal pembangunan, dan evaluasi.
“Durasi waktu pelatihan selama 10 hari atau setara 100 jam pelajaran,” ungkap Laode.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan program Patriot Energi, silahkan kunjungi media sosial resmi @kesdm @djebtke @ibeka.d serta @patriotenergi.










Tinggalkan Balasan