
Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) resmi memulai implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di lapangan Offshore Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra (WK SES). Momen ini menandai tonggak penting dalam penerapan teknologi EOR untuk mengoptimalkan produksi minyak dari lapangan lepas pantai (offshore) yang telah memasuki fase mature.
Program ini ditandai melalui injeksi pertama polimer secara simbolis oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, di kantor pusat PHE OSES, Jakarta, Rabu (8/7).
Sebelum memasuki tahap implementasi, proyek ini telah melalui rangkaian kajian dan evaluasi yang komprehensif. Mulai dari studi subsurface, analisis laboratorium, desain engineering dan operasional offshore, hingga kajian keekonomian dan manajemen risiko. Guna memastikan kesiapan implementasi dari aspek teknis, operasional, maupun keselamatan, CEOR berbasis polimer ini juga telah melalui proses assessment dan review yang melibatkan para ahli EOR di lingkungan SKK Migas dan Pertamina.
CEOR di lapangan Rama tidak hanya inovasi yang berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperoleh data operasional, pembelajaran teknis, serta validasi kinerja teknologi sebagai landasan pengembangan implementasi CEOR secara full field pada masa mendatang.
Dalam pelaksanaannya, teknologi polymer flooding diterapkan dengan menginjeksikan larutan polimer ke dalam reservoir untuk meningkatkan sweep efficiency, sehingga minyak yang sebelumnya sulit diproduksikan dapat terdorong menuju sumur produksi secara lebih optimal. Metode ini merupakan salah satu teknologi EOR untuk meningkatkan recovery factor tahap lanjut pada lapangan-lapangan minyak yang telah memasuki fase mature.
Inovasi Teknologi
Simon mengatakan injeksi polimer di lapangan Rama ini merupakan simbol transformasi cara berpikir. Ketahanan energi nasional tidak hanya dibangun dengan menemukan cadangan baru, namun dengan memaksimalkan setiap aset, melalui penerapan inovasi dan teknologi.
“Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan. Teknologi adalah cara kita menjaga amanah bangsa. Amanah untuk memastikan energi tetap tersedia. Amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Amanah untuk memastikan Pertamina terus memainkan perannya sebagai Soko Guru Energi Indonesia,” ucapnya.
Bagi Pertamina Group, implementasi CEOR ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi teknologi yang andal, selamat, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional.
“Lapangan mature bukan aset yang selesai, namun membutuhkan inovasi dan pendekatan baru. Hari ini, melalui CEOR, kita sedang memberikan terapi baru bagi reservoir kita, memperpanjang usia produktif, dan membuktikan bahwa aset-aset puluhan tahun masih mampu berkontribusi besar bagi ketahanan energi nasional,” ungkap Simon.
Dalam kesempatan yang sama, Djoko menyebutkan bahwa injeksi perdana polimer yang dilakukan PHE OSES di lapangan Rama ini merupakan inovasi CEOR offshore pertama di Indonesia. Momen ini menandai tonggak penting dalam penerapan teknologi EOR untuk mengoptimalkan produksi minyak dari lapangan lepas pantai yang telah memasuki fase mature.
PHE OSES menargetkan manfaat penuh dari proyek ini dapat direalisasikan hingga tahun 2030. Keberhasilan implementasi CEOR ini diharapkan menjadi referensi penting bagi pengembangan teknologi EOR dan membuka peluang penerapan teknologi CEOR di lapangan-lapangan offshore lainnya di Indonesia, sehingga mendukung peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Kami berharap CEOR mampu memberikan hasil recovery factor yang baik, dan berdampak pada meningkatnya lifting minyak nasional,” katanya.








Tinggalkan Balasan