Sambangi Blok Rokan, Menteri ESDM apresiasi produksi dan beri semangat ke para Pekerja PHR.

Pekanbaru, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengapresiasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) atas kelancaran operasi dan tingkat produksi yang terjaga di Wilayah Kerja (blok) Rokan pasca alih kelola. Menteri pun memberikan dukungan terhadap rencana kerja masif dan agresif untuk menaikkan produktivitas salah satu blok migas terbesar di tanah air tersebut.

Hal itu disampaikan Arifin saat meninjau fasilitas produksi di Lapangan Duri dan pusat digitalisasi Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC), Kamis (14/10). Selain lapangan Duri, rombongan juga mengunjungi lapangan Minas serta meninjau sumur yang sudah menerapkan chemical enhanced oil recovery untuk meningkatkan produksinya.

Dalam kunjungan sehari di Riau tersebut, Menteri ESDM didampingi oleh Gubernur Riau Syamsuar, Dirjen Migas Tutuka Ariadji, Tenaga Ahli Komite Pengawas Bidang Operasi SKK Migas Nanang Abdul Manaf, Kepala Perwakilan SKK Sumbagut Rikki Rahmat Firdaus, Dirut Subholding Upstream Pertamina Budiman Parhusip, Dirut PHR Jaffee A Suardin, dan jajaran manajemen PHR blok Rokan.

“Setelah 97 tahun dikelola perusahaan multinasional Blok Rokan diyakini masih memiliki sumber migas yang potensial untuk kedepannya, jadi untuk itu memang managemen Pertamina harus melakukan pekerjaan eksplorasi drilling yang masif untuk bisa meningkatkan produksi lagi. kalau dulu ada program steam flood mungkin kedepannya ada Chemical Enhanced oil recovery (CEOR),” ujar Arifin.

Selain kegiatan eksplorasi dengan menambah sumur-sumur baru, dia juga mengapresiasi upaya efisiensi dan penerapan teknologi dalam kegiatan produksinya, seperti yang diterapkan di pusat digitalisasi IODSC untuk meningkatkan produksi. Para pekerja pun diberi semangat untuk terus menjaga tingkat produksi agar memberikan manfaat optimal bagi negara dan masyarakat.

Rencana kerja blok Rokan dalam mengoptimalkan produksi, di antaranya, menjaga kinerja base business, program pengeboran yang agresif, digitalisasi untuk terus mendorong efisiensi, dan kajian teknologi pengangkatan minyak tingkat lanjut (Enhanced oil recovery/EOR).

“Jangan pernah lelah untuk terus melakukan proses penyempurnaan. Terus mencari terobosan nilai tambah. Jangan lengah dengan perkembangan teknologi yang ada dan terus memonitor teknologi yang bisa memberikan manfaat besar bagi perusahaan. Anda semua adalah pahlawan devisa,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PHR, Jaffee A Suardin, menjelaskan bahwa fasilitas CGS 10 yang ditinjau Menteri ESDM ini merupakan stasiun pengumpul minyak terbesar di lapangan Duri, yang mengolah sekitar 240 ribu barel fluida per hari dan memproduksi minyak sekitar 20 ribu barel per hari. Lapangan Duri merupakan salah satu lapangan injeksi uap (steamflood) terbesar di dunia yang berteknologi tinggi dan ramah lingkungan.

“Teknologi ini terbukti berhasil meningkatkan kinerja produksi lapangan Duri lima kali lebih baik dibandingkan teknologi konvensional,” ujar Jaffee.

Lebih lanjut, dia menyampakan bahwa pusat digitalisasi IODSC merupakan pusat kegiatan digitalisasi blok Rokan. Penerapan digitalisasi di blok Rokan setidaknya memberikan empat manfaat utama, yakni peningkatan kinerja keselamatan, penurunan signifikan dari potensi kehilangan produksi hingga sekitar 40 persen, optimalisasi kemampuan fasilitas produksi, dan peningkatan efisiensi.

Blok Rokan merupakan salah satu blok Migas terbesar di Indonesia. Melalui Keputusan Menteri ESDM No. 1923 K/10/MEM/2018 tertanggal 6 Agustus 2018, sejak tanggal 9 Agustus 2021 pukul 00.01 WIB, pengelolaan blok Rokan beralih ke PHR setelah 80 tahun atau sejak tahun 1951 dikelola PT Chevron Pasific Indonesia (CPI). Alih kelola ini menjadi tonggak sejarah pengelolaan hulu migas di Indonesia. Saat ini, blok Rokan menyumbang 24 persen dari total produksi minyak Indonesia.

Blok migas penyumbang produksi minyak terbesar nomor dua secara nasional ini memiliki luas wilayah 6.220,29 km2 dengan 10 lapangan utama, yaitu Minas, Duri, Bangko, Bekasap, Balam south, Kota Batak, Petani, Lematang, Petapahan dan Pager. Cadangan status 1 Januari 2020, minyak 350,73 MMSTB (juta stok tank barel) dan gas bumi 9.071 BSCF.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here