Arcanda Tahar

Jakarta, Petrominer — Presiden Joko Widodo akhirnya memberhentikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcanda Tahar. Keputusan ini diambil setelah muncul polemik kepemilikan paspor Amerika Serikat (AS) oleh Arcandra Tahar.

Memang pengangkatan dan pemberhentian seorang menteri adalah hak preogratif Presiden. Namun keputusan pemberhentian Arcanda Tahar yang baru 20 hari menjabat sebagai Menteri ESDM disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

“Presiden memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat saudara Arcandra Tahar dari posisi menteri ESDM,” ujar Mensesneg Pratikno dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin malam (15/8).

Menurut Pratikno, keputusan ini diambil oleh Presiden Jokowi setelah menyimak dinamika yang ada. Presiden juga sudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber.

Pemberhentian Arcanda Tahar berlaku efektif mulai tanggal 16 Agustus 2016. Selanjutnya, tugas Menteri ESDM dipegang oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim, Luhut Binsar Panjaitan, sampai ditunjuk pejabat definitif.

Arcandra Tahar dilantik sebagai Menteri ESDM dalam reshuffle Kabinet Kerja jilid dua pada 27 Juli 2016 lalu. Dia menggantikan Sudirman Said yang menjabat Menteri ESDM hampir selama dua tahun.

Pria kelahiran Padang tanggal 10 Oktober 1970 ini merupakan lulusan Teknik Mesin ITB yang melanjutkan pendidikan S2 hingga S3 dan menetap di Houston, Amerika Serikat. Presiden Jokowi memilihnya menjadi Menteri ESDM karena dinilai memiliki kecakapan di sektor minyak dan gas bumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here