Jakarta, Petrominer — Meski konsumsi listrik masih rendah, namun kemudahan dalam mendapatkan listrik di Indonesia sudah membaik. Buktinya, posisi Indonesia dalam peringkat negara-negara dunia dalam mendapatkan listrik terus meningkat.
PT PLN (Persero) menyatakan Indonesia masuk dalam kelompok negara yang baik dalam mendapatkan listrik. Dari 189 negara, Indonesia menempati perikngat 46 sebagai negara yang mudah untuk mendapatkan listrik. Ini membuktikan semakin membaiknya proses untuk mendapatkan listrik.
“Yang paling penting, Indonesia sudah masuk peringkat bagus dalam hal kemudahan mendapatkan listrik. Dari 189 negara, Indonesia di peringkat 46. Ini sudah bagus,” kata Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, usai acara Coffee Morning yang diselenggarakan di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jum’at (29/4).
Menurut Benny, meski sudah masuk dalam kelompok negara baik dalam mendapatkan listrik, peringkat tersebut harus ditingkatkan. Pasalnya Presiden Joko Widodo menginginkan Indonesia menempati urutan ke 23.
“Presiden ingin memotong 50 persen, jadi 23. Karena listrik adalah modal untuk mensejahterakan bangsa,” paparnya.
Dalam forum Bank Dunia, dari 10 indikator penting penggerak ekonomi, listrik menempati urutan teratas. Inilah yang memicu langkah agar peran sektor kelistrikan harus ditingkatkan.
Namun saat ini, konsumsi listrik Indonesia yang sebesar 700 kilo Watt hour (kWh) per kapita pertahun masih di bawah Malaysia yang sudah mencapai sekitar 4500 kWh per kapita per tahun. Indonesia juga kalah dari Vietnam, yang melejit sejak tahun 2003 menjadi sekitar 1300 kWh per tahun karena penggunaan listrik golongan industri’
“Meski begitu, kita di atas India, Philipina, Srilanka, kamboja, dan Myanmar,” ujar Benny.









Tinggalkan Balasan