Jakarta, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan, rencananya akan melantik Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang baru, Senin siang (3/12) ini. Pejabat baru tersebut akan menggantikan Amien Sunaryadi yang sudah pensiun sejak pertengahan Nopember 2019 lalu.

Amien diangkat sebagai Kepala SKK Migas berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 189/M/2014 tanggal 18 November 2014. Artinya, waktu periode bekerja selama 4 tahun yang diembannya telah berakhir pada 18 Nopember 2018 lalu.

Untuk mengisi kekosongan tersebut, Menteri ESDM telah menujuk Wakil Kepala SKK Migas, Sukandar, sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala SKK Migas. Jabatan Plt tersebut dilakoni hingga ada Surat Keputusan (SK) yang menetapkan Kepala SKK Migas yang baru.

Sejak sebulan lalu, beredar isu sejumlah nama calon Kepala SKK Migas. Nama-nama tersebut sudah tidak asing lagi bagi industri hulu migas. Meski begitu, belum ada satu nama yang mengerucut untuk menjadi calon terkuat. Karena itu, tunggu dan lihat saja siapa yang akan dilantik Senin siang ini.

Sejumlah pekerjaan rumah (PR) pun sudah menanti untuk segera diselesaikan oleh Kepala SKK Migas yang baru. Apalagi, PR tersebut sudah terus menerus dilontarkan oleh Amien ketika masih menjabat sebagai Kepala SKK Migas.

Menurutnya, ada banyak permasalahan di sektor hulu migas Indonesia. Terutama soal minimnya investasi yang masuk. Faktor ini diyakini menjadi salah satu penyebab sedikitnya penemuan cadangan migas baru, yang bisa berakibat pada penurunan produksi.

Data SKK Migas per Oktober 2018, hanya terdapat 74 wilayah kerja (WK) migas yang sudah berproduksi, dari total 224 WK yang ada di Indonesia. Malahan, WK migas produksi itu mayoritas adalah WK yang sudah mature (berumur tua). Ini menyiratkan, lifting migas trennya memang sedang menurun sedangkan biaya produksi (cost recovery) trennya tidak menurun.

“Prioritas yang harus dilakukan Indonesia adalah meningkatkan kegiatan eksplorasi. Sedangkan eksplorasi membutuhkan capital tinggi, teknologi tinggi, dan kemampuan menghitung risiko,” ujar Amien.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here