Panel surya terpasang di atas apartemen perumahan dinas Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah.

Cilacap, Petrominer – Kepeloporan PT Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap dalam menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai upaya memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) patut diacungi jempol. Setelah diaplikasikan di lingkup kantor perumahan dinas, Pertamina pun menerapkan teknologi tersebut untuk keperluan masyarakat luas.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina RU IV Cilacap, Hatim Ilwan, menjelaskan bahwa Pertamina bekerjasama dengan Politeknik Negeri Cilacap untuk memperluas upaya pemanfaatan EBT melalui penggunaan PLTS bagi lingkungan masyarakat sekitar. Langkah ini sejalan dengan komitmen pro lingkungan yang telah lama diterapkan.

“Energi hasil PLTS ini didistribusikan untuk kepentingan umum warga Kelurahan Tegalreja dan Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ini sebagai upaya memasyarakatkan PLTS dengan mempraktikkan langsung pada lingkungan sekitar. Tercatat sekitar 4.400 kwh listrik disalurkan dari Pertamina sejak Juli 2020 lalu,” ungkap Hatim, Sabtu (24/10).

Metodenya, dengan memasang jaringan set panel surya dari apartemen ke kantor kelurahan dan PAUD, lalu dipasang charge controller dan baterai. Set panel surya ini akan mengubah sinar matahari menjadi listrik, atau sebagai pengalihan antara sumber daya. Sedangkan charge controller untuk pengisian daya. Pengontrol ini sebagai pemutus sumber energi yang akan digunakan oleh sistem.

“Baterainya untuk menyimpan kelebihan listrik agar bisa digunakan pada malam hari saat panel surya tidak beroperasi,” jelasnya.

Melalui langkah ini, ujar Hatim, misi Pertamina RU IV Cilacap sebagai pelopor EBT dapat sekaligus mengenalkan alternatif energi lain pada masyarakat, sehingga pelan-pelan mereka dapat beralih dan turut berperan mengurangi ketergantungan energi dari fosil.

“Upaya ini sekaligus bentuk tanggung jawab sosial lingkungan yang dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi warga yaitu berkurangnya tagihan listriknya,” tegasnya.

Sebelumnya, kepeloporan Pertamina RU IV Cilacap dalam pemanfaatan EBT dengan melaksanakan efisiensi energi untuk kategori gedung hijau besar telah diganjar Subroto Awards dua tahun lalu. Melalui konsep yang diterapkan Go Green, Energy Saving, dan Eco Building yang ramah lingkungan, perusahaan pengolahan minyak terbesar di Indonesia ini mendapat peringkat kedua se-Indonesia.

Tidak hanya itu, kilang milik Pertamina ini juga berhasil menorehkan prestasi sebagai pengguna PLTS terbesar pada lingkup Rumah Dinas Perusahaan (RDP), yang dicatat Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kilang dengan rumah dinas terbanyak menggunakan PLTS di Indonesia.

“Dengan kapasitas 1 Megawatt yang digunakan, tentu ini berdampak pada penurunan emisi gas CO2,” ujar Hatim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here