Usai meraih beberapa keberhasilan, Pertamina EP ke depan akan lebih masif lagi melakukan well intervention dan pengeboran.

Jakarta, Petrominer – Di tengah triple shock yang masih menghadang, PT Pertamina EP terus berupaya melakukan peningkatan produksi minyak dan gas bumi untuk menjaga ketahanan energi nasional. Memasuki bulan Agustus 2020, upaya dua unit usaha Pertamina EP membuahkan hasil yang cukup mengembirakan.

Kisah sukses pertama berasal dari wilayah kerja Pertamina EP Asset 2 yang berada di Sumatera Selatan. Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field berhasil melakukan pengeboran sumur LBK-INF-2 atau LBK-15 di Struktur Lembak, yang ditajak muali 24 Juni 2020, dan melakukan well intervention pada sumur PMB-33.

Pengeboran sumur LBK-15 mencapai kedalaman akhir 1630 mMD, dengan hasil tes produksi 1.186 BOPD (barrel oil per day). Ini melampaui target sampai 400 persen dari rencana awal 250 BOPD.

Sumur ini berhasil diproduksikan pada lapisan Talang Akar Formation (TAF)-E yang merupakan lapisan virgin. Selain produksi melebihi target, hasil pengeboran ini juga akan menambah cadangan migas Asset 2, serta membuka peluang baru untuk sumur-sumur pengembangan lapisan TAF di struktur lembak.

Menurut General Manager Pertamina EP Asset 2, Astri Pujianto, keberhasilan pengeboran LBK-15 ini merupakan hasil kerjasama yang baik antar fungsi yang menerapkan operational excellent.

“Alhamdulilah, walaupun pandemi belum berakhir, namun semangat transformasi dan kerjasama para pekerja Asset 2 terus terjaga. Dengan menerapkan operation excellent, pengeboran berhasil diselesaikan dengan zero fatality,” ujar Astri.

Selain keberhasilan pada pengeboran LBK-15, program well intervention yang diaplikasikan pada sumur PMB-33 di Kelurahan Sukaraja, Kota Prambumulih, juga membuahkan hasil positif. Kegiatan ini berhasil memberikan tambahan cadangan sebesar 314,79 BOPD dari target awal sebesar 50 BOPD.

Prabumulih Field Manager, Ndirga Andri Sisworo, menerangkan bahwa tambahan dua sumur tersebut akan menambahkan produksi Prabumulih Field yang saat ini berkisar 8.200 BOPD menjadi 9.514 BOPD.

Asset 3

Kisah sukses selanjutnya ada di wilayah kerja Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field dan Subang Field. Kedua lapangan yang berlokasi di Jawa Barat ini berhasil meningkatkan produksi melalui program well intervention pada sumur ABG-02 dan BBS-04.

Sumur ABG-02 di Jatibarang Field berlokasi di Desa Jatimunggul Kecamatan Trisi Kabupaten Indramayu. Sumur ini memberikan tambahan produksi minyak 346 BOPD. Selain itu, Jatibarang Field juga melakukan pengeboran sumur CMT-20 di Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, pada awal 2020 dan berhasil mencapai produksi 582 BOPD.

Jatibarang Field Manager, Hari Widodo, menyampaikan bahwa di tengah deklinasi produksi yang tinggi, Jatibarang Field berusaha keras untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi. Salah satunya dengan program well intervention dan pengeboran. Hal itu terbukti dari well intervention yang dilakukan pada sumur ABG-02 yang berhasil mencapai produksi minyak sebesar 346 BOPD.

“Sedangkan untuk pengeboran di CMT-20 berhasil mencapai produksi 582 BOPD untuk minyak dan 2 MMSCFD untuk gasnya. Dengan keberhasilan ini, ke depan kami akan lebih masif lagi melakukan well intervention dan pengeboran,” ujarnya.

Sementara program well intervention yang dilakukan pada sumur BBS-04 di Subang Field juga berhasil menambahkan produksi sebesar 700 BOPD dan gas sebesar 1 MMSCFD. Lokasi sumur berada di Desa Tegalsawah Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang.

Hingga 31 Juli 2020, Pertamina EP Asset 2 mencatatkan produksi minyak sebesar 17.572 BOPD dan gas sebesar 328,86 MMSCFD. Sedangkan Pertamina EP Asset 3 dengan wilayah kerja Tambun Field, Subang Field dan Jatibarang Field mencatatkan produksi minyak sebesar 14.062 BOPD dan gas sebesar 201,2 MMSCFD.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here