hasil penelitian Litbang ESDM menunjukkan nyala api kompor hasil modifikasi berwarna biru dan stabil, efisiensi bahan bakar DME naik 10 persen (dari 55 menjadi 65 persen).

Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan uji coba penggunaan 100 persen bahan bakar Dimethyl Ether (DME) pada kompor LPG konvensional. Hasilnya, cukup baik dan kompor tersebut bisa tetap digunakan sehingga tidak diperlukan kompor khusus.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM, Dadan Kusdiana, menjelaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari modifikasi Litbang ESDM dalam mengoptimalkan penggunaan DME di masyarakat.

“Salah satu modifikasi yang dilakukan saat ini adalah sistem pengapian kompor, terutama pada kepala burner dan nozzle,” ujar Dadan saat menyaksikan demo kompor LPG yang dimodifikasi menggunakan DME 100 persen di bengkel Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan (KP3) Aplikasi Produk, PPPTMGB “LEMIGAS”, pekan lalu.

Menurutnya, modifikasi tersebut bertujuan agar pengguna kompor LPG konvensional yang ingin beralih ke bahan bakar DME tidak perlu lagi membeli kompor khusus untuk bahan bakar DME. Pengguna hanya perlu membeli onderdil kompor yang terkait dengan sistem pengapian, sehingga pembakaran dapat berlangsung lebih sempurna.

Salah satu peneliti KP3 Aplikasi Produk, Riesta Anggraeni, menjelaskan bahwa hasil penelitian Litbang ESDM menunjukkan nyala api kompor hasil modifikasi berwarna biru dan stabil, efisiensi bahan bakar DME naik 10 persen (dari 55 menjadi 65 persen). Konsumsi bahan bakar DME 1,3 kali lebih banyak dibandingkan LPG, namun lebih kecil dari perhitungan teori yang seharusnya 1,6 kali.

Pengujian bahan bakar DME 100 persen juga diterapkan pada kompor semawar yang biasa digunakan UMKM (Usaha Menengah, Kecil dan Mikro) dan PKL (Pedagang Kaki Lima). Hasilnya, sistem pengapian tidak jauh berbeda dengan kompor LPG konvensional.

“Ini membuktikan bahwa kompor semawar, yang selama ini juga menggunakan LPG, juga punya potensial untuk beralih ke DME,” ujar peneliti lainnya, Cahyo Wibowo

Penelitian modifikasi kompor LPG konvensional ini disesuaikan dengan metode SNI 7368:2011 tentang kompor gas bahan bakar LPG satu tungku dengan sistem pemantik. Ada beberapa parameter, yaitu konsumsi satu jam tanpa beban, asupan panas, efisiensi, waktu pemanasan air dari suhu awal 200 C hingga mencapai 900 C, konsumsi energi untuk memanaskan air, serta nilai kalori.

Parameter efisiensi juga menggunakan perbandingan kompor LPG konvensional dan kompor yang dimodifikasi menggunakan bahan bakar LPG dan DME 100 persen. Pemanasan menggunakan panci dengan ukuran bervariasi, sebesar 220-260 mm.

Modifikasi sistem pengapian pada kompor LPG juga dilatarbelakangi oleh sejumlah penelitian sebelumnya. Pada tahun 2014, Tim KP3 Aplikasi Produk melakukan penelitian terhadap kompor LPG konvensional menggunakan LPG dicampur DME dan dibandingkan dengan LPG. Komposisi DME bervariasi, yaitu 5, 10, 15, 20, 25, 30, hingga 50 persen. Parameter yang digunakan adalah konsumsi panas, efisiensi bahan bakar dan kestabilan api.

Secara umum, hasil pengujian menunjukkan semakin tinggi kandungan DME pada campuran bahan bakar akan cenderung menurunkan asupan panas dan efisiensi kompor gas.

“Masukan dari peneliti kompor gas semestinya didesain ulang secara tepat agar penggunaan DME sebagai bahan bakar juga tidak mengurangi kinerja kompor gas tersebut,” ujar Dadan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here