Malili, Petrominer – Masyarakat di lima desa Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mendapat hadiah istimewa menjelang Tahun Baru 2020. Kelima desa tersebut, yakni Desa Loeha, Desa Bantilang, Desa Tokalimbo, Desa Ranteangin, dan Desa Masiku, kini dapat menikmati listrik sepanjang hari. Sebelumnya, 924 kepala keluarga (KK) di lima desa tersebut hanya menikmati listrik selama 12 jam saja, mulai pukul 18.00 sampai 05.00.

PT PLN (Persero) telah berhasil membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 45 kms untuk menyambungkan listrik dari wilayah Mahalona ke lima desa tersebut. Sebelumnya, desa tersebut dialiri listrik secara isolated dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Loeha milik PLN.

“Dengan beroperasinya JTM tersebut, kini listrik yang bisa disalurkan ke masyarakat menjadi lebih besar dan lebih efisien. Kami pun memiliki potensi penambahan sebanyak 200 pelanggan. Ini PLN sudah siap sambungkan listriknya,” ujar Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Selatan, Syaiffudin, Jum’at (27/12).

Syaiffudin menegaskan bahwa PLN terus berupaya untuk terus meningkatkan rasio elektrifikasi dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di seluruh pelosok negeri.

Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler, menyampaikan rasa syukurnya karena kini listrik telah menyala 24 jam.

“Terimakasih atas penyalaan listrik 24 jam dari PLN sehingga masyarakat bisa lebih produktif, utamanya mendukung perkembangan di sektor pertanian dan perkebunan sehingga muaranya dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” ucap Thorig Husler.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PLN juga memberikan bantuan penyambungan pasang baru listrik bagi 100 KK di Desa Masiku, Kecamatan Towuti Malili. Sementara Yayasan Baitul Maal PLN menyerahkan bantuan senilai Rp 5 juta untuk Guru Mengaji, Marbot Masjid, Siswa Kurang mampu dan Kaum Dhuafa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here