Labuan Bajo, Petrominer – Saat ini, Labuan Bajo sudah masuk dalam 10 besar destinasi terbaik di Asia. Beragam fasilitas pun telah disiapkan oleh Pemerintah untuk menerima investor baru ke daerah itu. Salah satunya adalah kehandalan sistem kelistrikan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar pun menyempatkan diri bertolak ke Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jum’at (4/1/). Kunjungan kerja tersebut untuk memastikan keandalan pasokan listrik di daerah wisata tersebut.

Menurut Arcandra, setiap pembangunan yang dilaksanakan bertujuan menyejahterahkan masyarakat. Dari segi kelistrikan, cadangan daya di Labuan bajo sudah di atas 20 persen.

“Bupati Manggarai Barat sendiri mengatakan aman. Jadi jangan khawatir lagi soal listrik. Apalagi kalau perekonomian makin tumbuh, silakan datang berinventasi,” tegasnya.

Arcandra juga menegaskan bahwa PT PLN (Persero) siap untuk membantu. Dengan adanya pembangkit, terutama hadirnya PLTMG Rangko, kelistrikan Labuan sudah sangat baik.

Tidak hanya untuk dunia usaha, Pemerintah juga terus berupaya agar infrastruktur kelistrikan yang telah dibangun dapat memperluas akses listrik kepada masyarakat, dan tentunya dengan harga yang terjangkau. Pemerintah bersama dengan PLN menargetkan pada tahun 2019, seluruh kabupaten di Pulau Flores dapat menikmati pelayanan listrik dari keberadaan jaringan transmisi yang terhubung secara interkoneksi.

Selain itu, perluasan jaringan transmisi tegangan menengah ke desa-desa yang belum berlistrik juga terus dipercepat melalui program Listrik Desa (Lissa). Sehingga, rasio elektrifikasi NTT yang masih di angka 61,90 persen dapat terus ditingkatkan. Target Pemerintah, pada tahun 2019, secara nasional rasio elektrifikasi mencapai angka 99 persen.

Kelas Dunia

Sementara itu, Direktur Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara PLN, Djoko R. Abumanan, menjelaskan bahwa saat ini, kondisi sistem kelistrikan di Labuan Bajo sudah berstandar Kelas Dunia. Ini berkat adanya pekerjaan pembangunan jaringan MVTIC sepanjang 35.649 kms, pembangunan jaringan A3CS dan rekonduktoring sepanjang 30 kms, pekerjaan uprating JTM 32 kms, rehab 52 Unit Gardu, Jaringan Tegangan Rendah, pembangunan GH Gorontalo dan Lembor, serta nantinya pengadaan Mini SCADA Labuan Bajo.

“Daya mampu pembangkit pada sistem Flores juga sudah mencapai 35.998 kW, di mana PLTMG Rangko dengan kapasitas 23.448 kW sudah beroperasi Juli 2018 lalu,” ujar Djoko, yang turut mendampingi Wamen ESDM dalam kunjungan kerja tersebut.

Tidak hanya itu, PLTP Ulumbu 9.000 kW juga sudah interkoneksi dengan sistem Flores. Sedangkan untuk PLTD Golobilas 3.000 kW, PLTD Waso 450 kW, dan PLTMH Wae Garit 100 kW saat ini off dan standby apabila diperlukan.

Saat ini, kondisi beban puncak Sistem Manggarai (Labuan Bajo +Ruteng) 18,9 MW dan sistem kelistrikan memiliki surplus daya hingga 47,9 persen. Melalui Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 187 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 166 kms, 3 Gardu Induk di Ruteng, Ulumbu, dan Labuan Bajo dengan kapasitas 1×30 MVA dan Gardu 143 buah, PLN sudah melayani 19.157 pelanggan.

Menurutnya, PLN sudah berhasil menyiapkan Transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 KV Ruteng-Ulumbu 72 titik tower dan SUTT 70 kV Ruteng-Labuan Bajo 230 titik tower yang proyeknya sudah mencapai 100 persen. Hal ini akan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Labuan Bajo dan sistem kelistrikan Flores karena melihat pertumbuhan listrik paling tinggi salah satunya di NTT ada di Labuan Bajo dengan daerah wisata yang semakin maju.

“Jadi mari para investor datang ke Labuan Bajo untuk perekonomian yang lebih baik,” ajak Djoko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here