, ,

Lifting ke-800, EMCL Capai Produksi 540 Juta Barel

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melakukan produksi siap jual (lifting) ke-800 dari blok Cepu, Selasa (24/5). Sebanyak 630 ribu barel minyak kargo milik Pemerintah Indonesia dan Pertamina akan dikirim melalui Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang ke kapal Pertamina.

Kargo khusus ini akan dibawa ke STS Tuban dan dikirim ke Kilang Pertamina untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia. Minyak dalam lifting tersebut diproduksi dari blok Cepu di Bojonegoro dan diproses di Fasilitas Pemrosesan Pusat Banyu Urip. Minyak kemudian dialirkan melalui pipa sepanjang 95 km ke Kecamatan Palang di Kabupaten Tuban, lalu ke FSO Gagak Rimang di lepas pantai Tuban, Jawa Timur.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, mengatakan lifting ke-800 ini menandai total akumulasi produksi lebih dari 540 juta barel minyak. Angka ini secara signifikan melebihi rencana pengembangan awal blok Cepu dengan cadangan minyak yang diperkirakan 450 juta barel. Hal ini merupakan sebuah pencapaian luar biasa, ditengah kondisi hulu migas Indonesia yang sedang berupaya memenuhi target produksi migas nasional.

“Kami menyampaikan apresiasi dan selamat atas keberhasilan EMCL dan kontribusinya terhadap kesuksesan operasi blok Cepu yang aman, handal dan efisien, serta membantu menjaga ketahanan energi Indonesia dengan memberi kontribusi sekitar 30 persen produksi minyak nasional,” kata Dwi.

Dia menegaskan, dengan hasil produksi kumulatif lebih dari 540 juta barel minyak, operasi blok Cepu telah berkontribusi terhadap pendapatan Indonesia setara 5,5 kali lipat investasi awal.

“Jika dihitung sejak berproduksi, dengan total investasi sekitar Rp 57 triliun (atau US$ 4 miliar), blok Cepu telah menghasilkan 540 juta barel minyak dan memberikan lebih dari Rp 310 triliun (atau US$ 21,6 miliar) bagi pendapatan negara berupa bagi hasil pemerintah dan pembayaran pajak,” ungkap Dwi.

Kedepan, dia menyebutkan, dengan perkiraan potensi cadangan minyak Banyu Urip yang telah berlipat ganda dan dilakukannya Program Pemboran Banyu Urip Infill Clastic, Indonesia akan menerima tambahan pendapatan sekitar 12 kali lipat dari jumlah investasinya selama siklus proyek blok Cepu. SKK Migas mendukung sepenuhnya target menuju produksi 1 miliar barel yang dicanangkan oleh EMCL. Ambisi yang dicanangkan oleh EMCL ini sejalan dengan upaya peningkatan produksi migas nasional untuk mendukung ketahanan energi.

“Kami berharap EMCL dengan koordinasi bersama SKK Migas dan para pemangku kepentingan lain dapat memaksimalkan potensi yang dihasilkan blok Cepu. sehingga dapat memberikan penerimaan negara yang optimal serta mampu menumbuhkan efek berganda bagi perekonomian lokal. Saat ini blok Cepu menjadi penghasil minyak terbesar di Indonesia dan akan tetap menjadi penopang hulu migas untuk mencapai target nasional 1 juta BOPD (barel minyak per hari) dan 12 BSCFD (miliar standar kaki kubik per hari) gas, atau setara 3,2 juta barel setara minyak per hari pada 2030,” ujar Dwi.

Dalam kesempatan yang sama, President ExxonMobil Indonesia, Irtiza Sayyed, mengatakan EMCL dengan kerjasama yang baik bersama Pemerintah Indonesia bangga telah mampu menghasilkan produksi kumulatif minyak Blok Cepu lebih dari 540 juta barel pada pertengahan Mei 2022, dengan kegiatan operasi produksi yang aman, andal, dan efisien.

“Dapat kami sampaikan juga bahwa lifting ke-800 ini adalah sebuah bukti keselamatan kelas dunia dari operasi blok Cepu dengan tanpa catatan kecelakaan kerja tahun ini,” ujar Irtiza.

Sejak tahun 2015, menurutnya, dalam upaya blok Cepu untuk mencapai produksi lebih dari 540 juta barel minyak, lebih dari 460 perusahaan lokal dan nasional telah ikut berpartisipasi mendukung upaya-upaya tersebut.

Sejak pengembangan blok Cepu dimulai, lebih dari 6.000 pekerja terbaik Indonesia telah membantu ExxonMobil untuk mendukung operasinya. Lebih dari 500 di antaranya dikirim dalam penugasan internasional untuk bekerja bersama orang-orang terbaik dunia.

“Hari ini, lebih dari 99 persen operasi blok Cepu dikelola oleh putra-putri terbaik Indonesia yang telah berhasil mencapai produksi kumulatif lebih dari 540 juta barel minyak,” ujar Irtiza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *