Makassar, Petrominer – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII Sulawesi menyalurkan tambahan 126.000 tabung LPG 3 Kg di 13 kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Tambahan ini untukmenjadi pasokan dan kebutuhan LPG subsidi bisa terpenuhi, khususnya dalam masa libur Lebaran 2018.
“Penambahan pasokan LPG 3 Kg ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi LPG yang meningkat khususnya dalam kebutuhan memasak pada masa libur lebaran yang cukup panjang,” ujar Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M. Roby Hervindo, Selasa (19/6).
Selama masa Ramadan hingga Idul Fitri, jelas Roby, total konsumsi LPG 3 Kg di 13 kabupaten tersebut meningkat tujuh persen di atas konsumsi normal atau sebesar 9.394 Metrik Ton. Hal inilah yang mendorong Pertamina untuk menambah kembali pasokan LPG yang disalurkan melalui mekanisme Operasi Pasar di masing-masing Kabupaten.
Dalam pelaksanaan operasi pasar, Pertamina bekerja sama dengan Hiswana Migas dan Pemda setempat, yang dilaksanakan tanggal 19-23 Juni 2018 di 225 titik yang tersebar di 13 kabupaten tersebut. Dari total tambahan penyaluran 126.000 tabung, alokasi penyaluran tambahan terbanyak terdapat di Kabupaten Luwu, Luwu Timur dan Jeneponto dengan jumlah alokasi masing-masing 15.680 Tabung.
Sementara wilayah lainnya mendapat tambahan kurang dari jumlah tersebut. Kabupaten Polewali Mandar (10.800 tabung), Majene (3.360 tabung), Mamasa (1.680 tabung), Mamuju (8.400 tabung), Mamuju Tengah (6.720 tabung), Mamuju Utara (5.600 tabung), Pinrang (13.440 tabung), Luwu Utara (13.440 tabung), Bulukumba (11.200 tabung), dan Sinjai (5.040 tabung).
Roby menjelaskan, selain untuk menyalurkan tambahan pasokan LPG, operasi pasar yang digelar juga bertujuan untuk menstabilkan kembali harga jual LPG 3 Kg di tingkat pengecer yang telah melampaui HET di 13 kabupaten tersebut.
“Berdasarkan pengecekan kami, harga jual tertinggi di tingkat pengecer sudah mencapai Rp Rp 25 Ribu. Melonjaknya harga di tingkat pengecer ini terjadi akibat rush buying atau pembelian dengan jumlah di atas normal oleh konsumen, sehingga konsumsi meningkat tajam dan dimanfaatkan para pengecer untuk menaikan harga,” paparnya.
Kenaikan konsumsi LPG ini telah diprediksikan sebelumnya, karenanya Pertamina memastikan stok LPG tersedia khususnya mendekati masa lebaran ini. Selama masa Satgas Ramadan dan Idul Fitri, Pertamina sebelumnya telah menambah pasokan LPG 3 Kg di 13 kabupaten tersebut sebanyak 648 MT atau setara 216.000 tabung, dibandingkan konsumsi normal harian. Adapun untuk ketahanan stok LPG di Wilayah Sulsel dan Sulbar mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 9 hari ke depan.
Roby menambahkan, untuk menghindari pembelian di luar kewajaran ataupun penimbunan, pembelian LPG 3 kg dalam operasi pasar tersebut dibatasi maksimal 1 tabung per konsumen. Pembelian pun harus disertai dengan Kartu Keluarga (KK) dan pemilik KK tidak dapat diwakili, agar penyaluran elpiji subsidi kepada masyarakat miskin tepat sasaran dan merata.
Selain itu, untuk mempermudah akses bagi masyarakat dalam mendapatkan LPG, selama masa Idul Fitri, Pertamina telah mensiagakan sebanyak 43 agen siaga dan 221 pangkalan siaga dari total 44 agen dan 2.988 pangkalan yang tesebar di 13 kabupaten tersebut.
“Untuk memperoleh LPG 3 Kg, kami menghimbau agar masyarakat membelinya di pangkalan ataupun SPBU dengan stok tersedia dan harga yang sesuai HET setempat. Adapun untuk pasokan dan harga LPG di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina,” ujar Roby.
Sesuai dengan peraturan pemerintah, LPG 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin, serta usaha kecil menengah (UKM). Karenanya, Pertamina menghimbau bagi masyarakat yang mampu dan seharusnya tidak menggunakan LPG bersubsidi agar menggunakan LPG non subsidi yang telah disediakan Pertamina yakni Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg yang sudah tersedia.








Tinggalkan Balasan