Pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Sukabumi, Jawa Barat.

Jakarta, Petrominer – Upaya PT PLN (Persero) dalam mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) mendapatkan respons positif dari sektor industri. Salah satunya dari PT Amerta Indah Otsuka (AIO/Otsuka), salah satu produsen farmasi dari Jepang.

Hal itu dituangkan dalam perjanjian jual beli sertifikat energi terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC) yang ditandatangani Otsuka dan PLN, Rabu (14/7). Kesepakatan ini sejalan dengan komitmen PLN dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang ramah lingkungan.

Penandatangan Jual Beli REC tersebut dilakukan secara daring oleh Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi, Ichwan Sahroni, dan Manager PLN UP3 Pasuruan, Daniel Lestanto, dengan Plant Manager Amerta Indah Otsuka Pasuruan As’ad Abdul Wahid dan Manajer Energi Amerta Indah Otsuka Sukabumi Nanang Sugiantoro.

Perjanjian Jual Beli REC Otsuka dilaksanakan untuk memenuhi 100 persen penggunaan energi terbarukan yang transparan dan diakui secara internasional di dua pabrik Otsuka di Sukabumi, Jawa Barat, dan Pasuruan, Jawa Timur.

Secara total, kedua pabrik Otsuka tersebut saat ini dipasok listrik PLN dengan daya mencapai 16,3 Mega Volt Ampere (MVA). Daya tersebut setara dengan kebutuhan listrik bagi sebanyak 12.500 rumah tangga dengan daya 1.300 VA.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, mengapresiasi kesepakatan dengan Otsuka ini. Apalagi, melalui pembelian REC PLN, Otsuka turut menjadi bagian kontributor dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Bob berharap kerjasama ini dapat diikuti oleh industri lain sebagai salah satu opsi klaim penggunaan energi terbarukan di lokasi investasinya.

“Dengan demikian, PLN bersama PT Amerta Indah Otsuka dapat mendorong pertumbuhan pasar nasional energi terbarukan serta mempercepat pencapaian target energi terbarukan di Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Plant Manager Amerta Indah Otsuka Pasuruan, As’ad Abdul Wahid, mengatakan bahwa kesepakatan ini direalisasikan seiring dengan anjuran dari Otsuka pusat di Jepang. Adanya program REC memfasilitasi semangat perusahaan terhadap penggunaan energi baru terbarukan dalam kegiatan produksi.

“Listrik adalah energi paling krusial agar kegiatan produksi bisa berlangsung. Kualitas daya listrik juga menjadi concern, dan saya berharap semakin bisa diandalkan, sehingga proses produksi semakin optimal,” ujar As’ad.

Melalui REC PLN, Otsuka akan memperoleh opsi pengadaan untuk pemenuhan target 100 persen penggunaan EBT yang transparan dan diakui secara internasional. Selain itu, AMIO juga turut berkontribusi dalam upaya mengurangi emisi karbon dan pengembangan renewable energy di Indonesia.

REC adalah salah satu inovasi produk hijau PLN untuk mempermudah pelanggan dalam pembelian serta mendapatkan pengakuan atas penggunaan energi terbarukan yang sudah ada di Indonesia. Melalui REC, PLN menghadirkan opsi pengadaan lain bagi pelanggan untuk pemenuhan target penggunaan energi terbarukan yang transparan dan diakui secara internasional.

PLN bekerja sama dengan beberapa mitra, termasuk dengan APX inc, yang merupakan penyedia sistem pelacakan (tracking system) dengan standar internasional. Sistem pelacakan memberikan nomor seri unik untuk setiap REC, sehingga setiap transaksi atau klaim atas REC dapat diverifikasi dan dilacak secara transparan.

Saat ini, PLN menyediakan REC dari Pembangkit Listrik Terbarukan Tenaga Panasbumi Kamojang dengan kapasitas 140 MW. Ke depan, PLN akan mendaftarkan pembangkit listrik terbarukan lainnya yang lebih beragam dengan teknologi terkini sesuai kebutuhan industri di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here