Usai upacara Energize 150 kV PT Indonesia Toray Synthetics (ITS), yang dihadiri Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril, dan Presiden Direktur ITS Yamamoto Hirofusa, di kantor ITS Tangerang, Banten.

Jakarta, Petrominer – PT Indonesia Toray Synthetic (ITS) memutuskan untuk menghentikan penggunaan pembangkist listrik milik sendiri berkapasitas 2×15 MW. Selanjutnya, produsen serat sintetis di Tangerang, Banten, ini beralih ke listrik PLN dengan total pasokan 45 MVA

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero), Bob Saril, mengatakan PLN mulai memasok seluruh kebutuhan listrik sebesar 45,38 mega volt ampere (MVA) ke ITS. Peralihan ini dilakukan sejak 1 Oktober 2021 dan bertujuan untuk meningkatkan kehandalan listrik dalam operasional ITS.

“Dengan berpindah ke PLN, perusahaan itu diproyeksikan dapat menghemat biaya operasi dan mendapatkan suplai listrik yang lebih berkualitas dan dapat diandalkan sehingga proses produksi akan lebih efisien,” ujar Bob sela Upacara Energize 150 KV ITS dan PLN, Rabu (6/10).

Dengan mempercayakan kebutuhan listrik kepada PLN, ITS akan lebih fokus dengan bisnisnya. Sementara PLN komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik guna memenuhi kebutuhan listrik pelanggan.

Tak hanya mendapatkan pasokan listrik yang handal, ITS juga mampu mengurangi emisi karbon hingga lebih dari 60 ribu ton CO2 per tahun. Hal ini sesuai dengan visi dari induk usahanya, yakni Toray Group.

“Program ini sangat memungkinkan untuk diterapkan ke seluruh perusahaan yang saat ini masih menggunakan pembangkit sendiri untuk sumber listrik. Untuk itu, pelanggan lain saatnya mengalihkan semua pembangkit miliknya ke PLN karena PLN lebih bersih, lebih handal, lebih berkualitas, dan kita juga menuju pembangunan yang berwawasan lingkungan,” tegas Bob.

Proses perpindahan daya dilakukan PLN melalui sinergi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten – Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikokol, PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 2 (UPP JBB 2) dan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) dalam proses energize penambahan delta daya 35 MVA. Sehingga total daya Konsumen Tegangan Tinggi ITS menjadi 45.380 KVA, dari sebelumnya 10.380 KVA.

Energize 150 kV sampai ke trafo pelanggan sudah dilakukan sejak 24 September lalu. Hanya saja, pembebanan baru dilakukan pada 1 Oktober, sesuai permintaan pelanggan. Dengan beralihnya pasokan listrik ITS ke PLN, maka per 1 Oktober 2021 perushaan itu menghentikan operasi pembangkit PLTU 2×15 MW miliknya.

Presiden Direktur ITS, Yamamoto Hirofusa, mengatakan dengan memindahkan suplai ke PLN, Toray Group berharap ada kestabilan dalam proses produksi di pabrik ITS Tangerang. Dia mengapresiasi PLN yang meskipun menghadapi banyak tantangan dalam mengerjakan infrastruktur suplai kelistrikan karena pandemi Covid-19 tetapi dapat memulai suplai listrik sesuai dengan jadwal pada 1 Oktober 2021.

“Ke depan tentunya semoga perpindahan ini bisa memberikan banyak manfaat, tidak hanya kepada ITS saja tetapi juga untuk PLN, masyarakat dan kebaikan alam,” ujar Yamamoto.

Selama ini, ITS telah menerapkan sistem manajemen berdasarkan ISO 9001 untuk menjamin produk berkualitas tinggi dan ISO 14001 untuk pelestarian lingkungan. Produk berkualitas tinggi tersebut dipasarkan ke pasar domestik sekitar 70 persen, sementara sisanya diekspor ke berbagai negara.

“Sesuai dengan Toray Sustainability Vision, ITS memiliki target untuk mengurangi efek rumah kaca sebesar 30 persen. Peralihan listrik ke PLN akan memberikan kontribusi yang signifikan dari Toray Group untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” katanya.

ITS didirikan pada Oktober 1971 sebagai pionir dalam memproduksi serat sintetis di Indonesia dengan menggunakan teknologi dari Toray Jepang. Saat ini, ITS memproduksi Nylon Filament Yarn, Polyester Staple Fiber dan Polyester Filament Yarn.

Dalam masa pandemi Covid-19, ITS termasuk dalam industri kritikal sehingga perusahaan tersebut turut membantu Indonesia dalam menyediakan bahan pakaian untuk di proses di grup perusahaannya yang meliputi Uniqlo dan lain sebagainya. Pabriknya yang berlokasi di Tangerang memiliki estimasi pemakaian listrik minimum mencapai lebih dari 9,9 juta kWh.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here