Beberapa pekerja sedang melakukan perawatan rutin panel surya PLTS. (Puslitbangtek EBTKE, Kementerian ESDM)

Jakarta, Petrominer – Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kini telah banyak diterapkan oleh pemerintah, swasta maupun kelompok masyarakat. Karakteristik pembangkit yang bisa dibangun dimana saja bahkan dengan kapasitas kecil membuatnya menjadi primadona. Berkat perkembangan teknologi, kini PLTS jauh lebih efisien dengan usia teknis peralatan panel surya dan jaringan yang terpasang bisa mencapai 25 tahun.

Untuk mempertahankan performa PLTS, perlu dilakukan pemeliharaan secara berkala setiap enam bulan sekali oleh tenaga terampil dan berpengalaman, mengingat sebagian besar komponen PLTS merupakan peralatan tegangan tinggi dan dapat berbahaya bagi keselamatan manusia jika peralatan tidak dioperasikan dengan benar.

Perawatan PLTS Terpusat kini menjadi salah satu layanan jasa teknologi Badan Layanan Umum Kementerian ESDM, yakni Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE).

“Perawatan PLTS secara berkala dilakukan untuk menghindari kerusakan bangunan sipil, peralatan mekanikal, elektrikal maupun jaringan distribusi,” ujar Kepala P3TKEBTKE, Sudjatmiko, Senin (27/5).

Sudjatmiko mengungkapkan, tahun ini P3TKEBTKE melakukan pemeliharaan terhadap beberapa unit PLTS Rooftop pada bangunan dan rumah dinas Kementerian ESDM yang dikelola Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM. Unit PLTS yang dipelihara sebanyak 12 titik dengan total kapasitas terpasang 213,14 kWp.

Komponen penting yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan tersebut adalah panel surya, baterai serta Solar Charge Controller (SCC) dan Inverter. Pemeliharaan panel dan rangkaian panel surya meliputi pembersihan panel dan peralatan dari debu, pemeriksaan efek bayangan dan pengkabelan/pengawatan pada rangkaian modul.

Efek bayangan ini merupakan bayangan dari pohon, gedung atau penghalang lainnya, yang menyebabkan panel tidak menerima cahaya matahari secara optimal untuk memproduksi listrik. Jika dibiarkan, efek bayangan juga dapat menyebabkan panel surya mengalami kerusakan. Rangkaian seri sel surya (string) dalam modul harus dipastikan tersambung agar terus mengalirkan arus listrik.

Pemeliharaan rangkaian baterai akan menjaga kestabilan terhadap catu daya ke beban. Solar charge controller dan inverter dipantau indikatornya, sambungan kabel dan rangkaiannya agar terhindar dari kotoran maupun serangga.

Selain PLTS Rooftop di gedung perkantoran dan rumah dinas Kementerian ESDM juga menerapkan PLTS Rooftop pada beberapa bangunan Kementerian ESDM lainnya, di antaranya pos pengamatan gunung api, wisma dan bangunan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here