SPBU Kompak di Kampung Yukase, Distrik Ayamaru Utara, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen menambah jumlah lembaga penyalur BBM Satu Harga di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dapat mengakselerasi pergerakan ekonomi setempat melalui akses mudah terhadap sumber energi.

Pertamina menutup tahun 2018 dengan melakukan uji operasi SPBU Kompak di Kampung Yukase, Distrik Ayamaru Utara, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, Sabtu (29/12). SPBU Kompak ini merupakan titik ke-18 yang dibangun oleh Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII dari 15 titik yang ditargetkan oleh Pemerintah di wilayah Maluku dan Papua.

Dengan beroperasinya SPBU Kompak di Kampung Yukase ini, Pertamina telah membangun dan mengoperasikan 69 titik BBM Satu Harga di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) Indonesia. Padahal, target tahun 2018 hanya 67 titik saja. Ini artinya telah melampaui target yang ditetapkan Pemerintah.

Lihat juga: Ini Lokasi SPBU BBM Satu Harga Pertamina 201

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, dalam dua tahun ini, Pertamina telah berhasil membangun dan mengoperasikan 123 titik BBM Satu Harga. Apresiasi pun diberikan kepada seluruh pihak khususnya tim pelaksana BBM Satu Harga yang telah bekerja keras dan mendedikasikan pengabdiannya untuk mewujudkan pemerataan energi di wilayah Indonesia.

“Meskipun tahun 2018 target yang ditetapkan lebih banyak dibandingkan tahun 2017, dengan sinergi dan komitmen yang tinggi dari semua pihak, alhamdulillah, justru pencapainnya melebihi target,” ujar Adiatma, Senin (31/12).

Operasional BBM Satu Harga, jelas Adiatma, tersebar di seluruh wilayah 3T mulai dari Pulau Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua. Titik BBM Satu Harga terbanyak berada di Papua sebanyak 28 titik, disusul Kalimantan (27 titik), Sumatera (24 titik), Nusa Tenggara (15 titik), Sulawesi (14 titik), Maluku (11 titik) dan Jawa–Bali (4 titik).

Pertamina menyalurkan BBM Satu Harga melalui berbagai moda transportasi baik mobil tangki, kapal laut, sampan hingga pesawat Air Tracktor khusus pengangkut BBM. Contohnya pasokan BBM untuk SPBU di Kampung Yukase, yang dikirim dari Supply Point Terminal BBM Sorong dengan menggunakan mobil tangki. Jarak yang ditempuh yakni sejauh 173 KM dengan waktu tempuh normal hingga 6 jam.

“Prinsipnya, kami berupaya untuk menyalurkan BBM ke daerah 3T secara kontinyu. Itulah komitmen Pertamina sebagai perwujudan BUMN hadir untuk negeri, sehingga saudara-saudara kita di seluru pelosok tanah air bisa merasakan BBM dengan harga yang sama dengan daerah lain,” tegasnya.

BBM Satu Harga telah mendorong aktivitas perekonomian di daerah 3T, karena masyarakat semakin mudah mendapatkan akses BBM. Harga BBM di tiap pulau yang sebelumnya tinggi bekisat Rp 7.000 hingga Rp 100.000 per liter kini jauh turun menjadi Rp 6.450 (premium) dan Rp 5.150 (solar).

Harga BBM di Pulau Sumatera dan Kalimantan sebelumnya berada di kisaran Rp 8.000 hingga Rp 40.000 per liter, di Maluku antara Rp 8.000 hingga Rp 17.000, Sulawesi antara Rp 8.000 hingga Rp 25.000, Nusa Tenggara antara Rp 8.000 hingga 9.500 serta tertinggi Papua antara Rp 15 ribu – Rp 100.000.

“BBM Satu Harga telah mendorong efisiensi biaya transportasi, harga barang-barang juga menurun sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayah semakin menggeliat, karena BBM adalah energi bagi pergerakan ekonomi masyarakat,” ujar Adiatma.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here