Salah satu rig produksi di area PHE ONWJ.

Bandung, Petrominer – PT Migas Hulu Jabar (Perseroda) (MUJ) melaporkan perolehan kenaikan laba yang cukup signifikan untuk tahun buku 2018. Perolehan ini diyakini berkat keberhasilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini menjadi inisiator dan implementator pertama penerima participating interest (PI) 10 persen wilayah kerja minyak dan gas bumi (Migas).

Dalam kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018, Selasa (7/5), Pemprov Jabar selaku Pemegang Saham telah menyetujui Laporan Tahunan termasuk Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2018. Dengan persetujuan tersebut, RUPST memberikan pelepasan atau pembebasan tanggung jawab (acquit et decharge) kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilaksanakan sepanjang tahun buku 2018.

RUPST juga menyetujui pembukuan laba bersih sebesar US$ 7,85 juta (atau setara dengan Rp 112.332.407.000) dan mengalokasikan dividen sebesar US$ 2,49 juta (setara dengan Rp 35.629.000.000) atau sebesar 32,11 persen dari laba bersih tersebut. Dari penggunaan Laba Bersih itu, RUPST pun menyetujui dicadangkan untuk investasi dan pengembangan usaha, pembelian aset, serta Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurut Direktur MUJ, Begin Troys, pertumbuhan pendapatan ini dipicu dari keberhasilan MUJ sebagai BUMD Inisiator dan implementator pertama penerima PI 10 persen WK Offshore North West Java (ONWJ) bersama BUMD Kabupaten Bekasi, Subang, Kerawang, dan Indramayu serta BUMD Provinsi DKI Jakarta melalui Anak Perusahaan PT Migas Hulu Jabar ONWJ (MUJ ONWJ) sesuai Peraturan Menteri ESDM No. 37 Tahun 2016.

“Tahun 2015 sampai 2018 telah menjadi tahun yang penuh tantangan bagi BUMD MUJ untuk menyelesaikan proses pengalihan PI 10 persen WK ONWJ. Sepanjang 2018, kami terus fokus mengusahakan dan mengadvokasi mendapatkan hak PI 10 persen WK ONWJ, hingga akhirnya MUJ dapat membukukan pendapatan perseroan dan mulai memberikan dividen kepada Pemprov Jawa Barat mulai tahun 2018,” ujar Begin.

Dia menegaskan, seluruh upaya terbaik telah dilakukan perseroan. Namun demikian keberhasilan PI 10 persen WK ONWJ tidak lepas dari dukungan dan pemberdayaan penuh dari Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya, termasuk di dalamnya Biro BUMD dan Investasi Setda Provinsi Jawa Barat selaku pembina dari MUJ dan Dinas ESDM Pemprov Jabar. Selain itu kinerja positif Perseroan juga dapat dicapai karena dukungan dan keberpihakan kepada daerah dari Kementerian ESDM, SKK Migas dan Dirjen Migas serta kerjasama yang baik dengan Pertamina khususnya PHE sebagai Operator Blok ONWJ.

“Kini MUJ telah berhasil menjadi pionir dalam menerima dan mengelola Hak PI 10 persen sesuai ketentuan Permen ESDM 37/2016 dan menjadi percontohan bagi BUMD Migas lainnya,” tegas Begin.

Dia menambahkan, dana cadangan dari laba bersih akan digunakan MUJ untuk pembelian aset di antaranya kantor dan melakukan pengembangan usaha di bidang energi khususnya di Provinsi Jawa Barat. Pengembangan usaha ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk turut serta dalam pemenuhan kebutuhan energi di Jawa Barat dan dapat menjadi penambah pendapatan perseroan yang tentu akan meningkatkan dividen ke Pemegang Saham dalam bentuk pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat di tahun-tahun yang akan datang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here