Labuan Bajo, Petrominer – PT PLN (Persero) bersinergi dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) untuk mendukung pengembangan green ecosystem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional. Kerja sama untuk mendukung program transisi energi ini khususnya untuk pembiayaan kepemilikan kendaraan listrik serta pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia.
Kolaborasi ini merupakan bukti nyata dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap pelaksanaan transisi energi sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Langkah ini juga sebagai upaya mendukung ekosistem kendaraan listrik guna mempercepat tercapainya target carbon neutral pada tahun 2060.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Direksi PLN bersama Direksi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) (BNI), PT Bank Mandiri Tbk (Persero) (Mandiri) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) (BTN) saat perhelatan forum Energy Transition Working Grup (ETWG) 2 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jum’at (24/6).
Tak hanya kredit kepemilikan kendaraan listrik, PLN saat ini juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk memasifkan pengembangan SPKLU. Untuk itu, PLN menggandeng Himbara agar dapat memberikan kredit kepada swasta yang ingin bekerja sama dengan PLN dalam pembangunan SPKLU.
“Untuk memudahkan pelanggan melakukan transaksi pengisian kendaraan listrik di SPKLU, dalam kerja sama dengan Himbara ini nantinya metode payment terintegrasi dengan bank yang tergabung dalam Himbara,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.
Selain itu, PLN juga gencar membangun SPKLU di Tanah Air. Hingga Mei 2022, BUMN ini telah membangun 129 unit SPKLU yang terdiri dari SPKLU Fast Charging dan Ultra Fast Charging yang tersebar di 98 titik. Hingga akhir tahun ini, PLN akan menambah 40 unit SPKLU lagi untuk memudahkan masyarakat dalam mengisi kendaraan listriknya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BNI, Royke Rumilaar, mengatakan BNI juga berkomitmen mendukung pengembangan green ecosystem. Salah satunya adalah dengan turut mengembangkan KBLBB melalui bundling produk perbankan.
“Produk perbankan dimaksud adalah dengan memberikan skim khusus pembiayaan kepemilikan Kendaraan Bermotor Listrik, pembiayaan penyediaan SPKLU, serta menyediakan SPKLU di area BNI dan di beberapa lokasi lainnya,” ungkap Royke.
Sementara Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Susana Indah Kris Indriati, juga menegaskan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung pengembangan EBT di Indonesia. Hal ini sudah ditunjukkan dengan Bank Mandiri sebagai BUMN non-PLN Group pertama yang menempatkan instalasi SPKLU di lingkungan kantor pusat perseroan.
“Keberadaan SPKLU ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif perseroan dalam membentuk ekosistem EBT yang saling melengkapi, di mana Bank Mandiri juga telah memiliki beberapa kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional,” ujar Susana.
Bank Mandiri juga konsisten mendukung pengembangan EBT di Indonesia tidak hanya melalui pemasangan SPKLU, namun juga telah bersinergi dengan PLN dan mitra Mandiri dalam memasarkan dan membiayai mobil listrik melalui anak perusahaan, Mandiri Tunas Finance.
“Dukungan lainnya juga terlihat melalui penyaluran pembiayaan untuk sejumlah proyek pengembangan seperti pembiayaan pembangkit listrik tenaga mikro hidro dan pemasaran produk-produk EBT seperti mobil listrik, solar panel hingga kompor induksi,” ungkapnya.








Tinggalkan Balasan