Presiden Direktur & Country Chair Shell Indonesia, Dian Andyasuri, secara simbolis menyerahkan hadiah kepada para pemenang Shell LiveWIRE Energy Solutions 2020.

Jakarta, Petrominer – Shell Indonesia terus berupaya mendorong anak muda Indonesia untuk kreatif dan inovatif guna terlibat mencari solusi energi berkelanjutan. Upaya ini direalisasikan dengan menggelar program Shell LiveWIRE Energy Solutions 2020, dengan target wirausaha muda.

Menurut Presiden Direktur & Country Chair Shell Indonesia, Dian Andyasuri, program ini diawali dengan kegiatan bootcamp yang dilaksanakan pada Januari-Maret 2020, kemudian diikuti dengan kegiatan online class pada Mei dan Juli 2020. Sebagai puncak acara, Shell melakukan Penjurian (Pitching) di mana para peserta berkompetisi dengan memaparkan inovasi bisnisnya di hadapan para panelis. Kegiatan ditutup dengan acara Penganugerahan Penghargaan (Awarding Ceremony) yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (6/8).

Dian menjelaskan, Shell LiveWIRE merupakan bagian dari program investasi sosial global yang kemudian diimplementasikan oleh Shell Indonesia sejak tahun 2003, dengan tujuan memotivasi anak-anak muda Indonesia untuk melihat kewirausahaan sebagai pilihan karir masa depan. Shell LiveWIRE melakukan serangkaian pelatihan, bimbingan bisnis untuk para wirausaha muda pemula yang berkecimpung dalam berbagai bidang bisnis.

“Dalam perjalanannya, pada tahun 2019 Shell LiveWIRE kemudian bertransformasi menjadi Shell LiveWIRE Energy Solutions dan memfokuskan programnya untuk wirausaha muda pemula di sektor energi terbarukan,” ungkapnya.

Dalam penyelenggaraan kali ini, Ailesh Power terpilih sebagai juara pertama Most Potential Energy Start-Up. Tim yang berbasis di Yogjakarta ini meraih pendanaan Rp 125 juta sebagai penghargaan atas prestasinya.

CEO & Co-Founder Ailesh Power, Fano Ardansyah, menjelaskan bahwa pihaknya menawarkan solusi waste-to-energy, dengan mengubah sampah organik menjadi biogas yang dinamai Gastra.

“Gastra memiliki keunikan konten gas yaitu rendah kandungan karbondioksida dan kaya kandungan metana, yang membuatnya berkualitas tinggi, dengan harga yang terjangkau bagi rumah tangga, UMKM, dan perusahaan berbasis gas dengan skala besar,” ujar Fano.

Juara kedua diraih oleh Forbetric, yang berhak mendapatkan pendanaan Rp 50 juta. Start-up energi yang dijalankan oleh enam anak muda dari Bandung ini menawarkan produk Internet of Things (IoT), sebagai solusi energi efisiensi untuk berbagai jenis bangunan komersil dan hunian.

“Forbetric memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk mengontrol dan memonitor penggunaan listrik melalui aplikasi ponsel pintar dan produk-produknya,” ujar Siti Farah Mutia selaku perwakilan Forbetric.

Sementara tempat ketiga diraih Dapur Pintar. Tim asal Surabaya ini menghadirkan prototipe platform layanan pembelian dan penjualan minyak jelantah dengan sistem yang terintegrasi. Mereka melihat peluang dari tersedianya pasokan jelantah dari rumah tangga dan pelaku bisnis kuliner dapat menjadi bahan baku bagi industri biodiesel. Dapur Pintar mendapatkan pendanaan senilai Rp 30 juta.

Ailesh Power adalah sebuah bisnis yang menawarkan solusi waste-to-energy, dengan mengubah sampah organik menjadi biogas yang dinamai Gastra.

Dalam Penjurian (Pitching Day) yang diselenggarakan, Rabu (5/8), tim panel juri menentukan tiga pemenang tersebut berdasarkan enam kriteria. Yaitu kemampuan mengidentifikasi masalah; ide bisnis yang dapat diaplikasikan secara realistis; kemampuan menentukan pasar khusus sesuai dengan ide bisnis; kapasitas tim peserta dalam hal keterampilan, sumber daya dan akses teknologi serta kesiapan konten dan kemampuan dalam menyampaikan ide bisnis.

Selama Penjurian, ada sejumlah peserta dengan menghadirkan berbagai ragam inovasi energi. Antara lain penerapan prinsip konversi energi gelombang laut yang diubah menjadi energi listrik sehingga dapat mempermudah nelayan dalam pencarian dan budidaya ikan; konversi limbah domestik menjadi bahan bakar ramah lingkungan seperti biofuel; dan juga peralihan bentuk sisa jelantah dari pelaku usaha kuliner menjadi biodiesel.

“Melihat business pitch para finalis di sesi Pitching sungguh membangkitkan semangat dan optimisme bahwa anak muda Indonesia punya kreatifitas dan potensi besar untuk terlibat aktif di industri energi terbarukan Indonesia. Mereka mampu mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitarnya, mencari solusi dan mengubah tantangan menjadi peluang,” ujar Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Lingkungan Hidup & Tata Ruang, Saleh Abdurrahman, selaku salah satu panelis juri.

Menurut Saleh, pendayagunaan potensi lingkungan yang tidak lagi terpakai menjadi energi terbarukan dapat membantu berbagai sektor industri untuk mengatasi limbah secara ekonomis yang menghasilkan emisi rendah karbon.

Jajaran tim panelis lainnya adalah Rachmad Imawan (VP Procurement Shell Indonesia); Pandji Prawisudha (Koordinator Riset, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB); Yan Rezky Fahza (Direktur PT Lima Ventura); dan Tri Mumpuni (Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan/IBEKA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here