Dengan memanfaatkan lahan milik masyarakat seluas 35,7 hektare (ha) dan lahan Perhutani seluas 42,60 ha, Kelompok Sinergi Jaya kini menghasilkan 1,2 ton kopi untuk kisaran total hasil per panen di Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat. (Petrominer/Fachry Latief)
Kopi dengan jenis arabica ini belum memiliki varietas khusus dan sedang diteliti oleh Balai Peneliti Tanaman Industri dan Penyegar (BALITRI). Kopi dengan kategori Jagur ini dapat tumbuh dengan baik di ketinggian diatas 700 mdpl. Kopi Arabica Java Preanger memiliki keunggulan yaitu tanpa ada reboisasi dapat tumbuh dan produksi selama 100 tahun. (Petrominer/Fachry Latief)
Vice President Public Relation PT PLN (Persero), Dwi Suryo Abdullah sedang memilih biji kopi yang sudah siap dipetik di kebun kopi Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3). (Petrominer/Fachry Latief)
Head of Corporate Communication PT Indonesia Power, Rahmi Sukma, memperlihatkan biji kopi yang sudah siap dipetik di Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3). (Petrominer/Fachry Latief)
Direktur Operasioinal 1 PT Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifai (kiri) saat menyaksikan proses penggilingan kopi di Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3). (Petrominer/Fachry Latief)
Kopi Arabica Java Preanger merupakan jenis kopi yang langka karena hanya terdapat di Kampung Pelag yang terletak di ketinggian 1.300 mdpl. Sudah ada sejak zaman belanda dan merupakan komoditi endemik masyarakat di Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat. (Petrominer/Fachry Latief)
Direktur Operasioinal 1 PT Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifai (kiri) dan Vice President Public Relation PT PLN (Persero), Dwi Dwi Suryo Abdullah (tegah) saat menyaksikan proses penggilingan kopi di Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3). (Petrominer/Fachry Latief)
Vice President Public Relation PT PLN (Persero), Dwi Dwi Suryo Abdullah (kanan), saat menikmati harumnya aroma biji kopi di Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3). (Petrominer/Fachry Latief)
Ampas kulit biji kopi yang dijadikan teh di Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat. (Petrominer/Fachry Latief)
Kiri ke kanan : Petani kopi Kampung Pelag, Vice President Public Relation PT PLN (Persero), Dwi Suryo Abdullah, Direktur Operasioinal 1 PT Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifai dan Head of Corporate Communication Indonesia Power, Rahmi Sukma, saat mendengarkan penjelasan tentang proses pemanfaatan ampas kulit biji kopi menjadi teh di Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3). (Petrominer/Fachry Latief)
Salah seorang petani kopi menyeduh kopi Pelag di Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3). (Petrominer/Fachry Latief)
Vice President Public Relation PT PLN (Persero), Dwi Suryo Abdullah saat menikmati kopi di Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3). (Petrominer/Fachry Latief)
Direktur Operasioinal 1 PT Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifai, sedang menikmati kopi Kampug Pelag. (Petrominer/Fachry Latief)
Salah seorang anak Kampung Pelag sebagai penerima Program Corporate Social Responsibility (CSR) Indonesia Power di Garut, Jawa Barat. (Petrominer/Fachry Latief)
Head of Corporate Communication Indonesia Power, Rahmi Sukma, di sela-sela kunjungannya bermain bersama anak-anak di Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3). (Petrominer/Fachry Latief)
Anak-anak Kampung Pelag di Desa Sukarilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Program Corporate Social Responsibility (CSR) Indonesia Power juga memberikan bantuan dan pembinaan pendidikan. (Petrominer/Fachry Latief)
Direktur Operasioinal 1 PT Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifai, di sela-sela kunjungannya berjalan bersama anak-anak penuh canda menuju sekolahnya di Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3). (Petrominer/Fachry Latief)
Head of Corporate Communication Indonesia Power, Rahmi Sukma, di sela-sela kunjungannya berjalan bersama anak-anak menuju sekolah mereka di Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3). (Petrominer/Fachry Latief)
Foto bersama anak-anak Kampung Pelag, Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/3). (Petrominer/Fachry Latief)
Garut, Petrominer – Direktur Operasioinal 1 PT Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifai, mengatakan bahwa salah satu kunci prestasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Power Generation O&M Services Unit (POMU) adalah sistem tata kelola yang baik dan selalu mengedepankan serta memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan.
Sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik, Indonesia Kamojang POMU telah melakukan beragam program Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibility/CSR), salah satunya adalah membina para petani kopi Pelag di kaki Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat.
Tinggalkan Balasan