, ,

Konveter Kit LPG Lagi Untuk Nelayan Cirebon

Posted by

Cirebon, Petrominer – Pemerintah melalui Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memberikan bantuan konverter kit bahan bakar gas (BBG) bagi para nelayan Cirebon. Sebanyak 100 paket perdana konverter kit bahan bakar minyak (BBM) ke liquefied petroleum gas (LPG) tambahan dialokasikan untuk mereka.

Padahal, setahun lalu, Kementerian ESDM telah membagikan paket perdana konverter kit LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil sebanyak 229 konkit. Penyerahan bantuan kali dilakukan di tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ambulu, Kabupaten Cirebon, Senin (11/12).

Secara simbolis Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM yang juga Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Ego Syahrial, menyerahkan bantuan tersebut kepada dua nelayan Cirebon. Hadir dalam acara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Komunikasi Publik, Hadi Mustofa, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Alimuddin Baso, serta Project Coordinator Kerosene to LPG Conversion PT Pertamina (Persero), Zulfikar.

Menurut Ego Syahrial, pembagian mesin gas pengganti mesin minyak bagi nelayan kecil ini bertujuan untuk memberikan bahan bakar murah bagi nelayan. Dengan begitu, para nelayan dapat lebih sejahtera.

“Rata-rata nelayan itu membutuhkan BBM (bensin) 7 liter per hari, dengan harga Rp 6.450 per liter. Namun dengan menggunakan gas LPG 3 kg yang harganya paling mahal Rp 18.000 per tabung, maka para nelayan dapat berhemat hingga 50 persen. 1 tabung LPG 3 kg setara dengan 7 liter bensin yang harganya jika disetarakan dengan harga bensin mencapai Rp 45.150,” ujar Ego.

Secara simbolis Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM yang juga Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Ego Syahrial, menyerahkan bantuan paket perdana konverter kit LPG kepada nelayan Cirebon, Senin (11/12).

Sementara Herman Khaeron menyatakan, bantuan konkit bagi nelayan patut kita syukuri, program ini adalah program yang sangat bermanfaat bagi rakyat sehingga dalam pembahasannya di DPR tidak perlu diperpanjang.

“Pemberian konkit ini juga merupakan bagian dari hak rakyat yang harus diberikan sesuai denga pasal 33 undang-undang 1945. Pemerintah mengelola hajat hidup rakyat banyak dan memberikannya manfaat sebanyak-banyak untuk rakyat,” ujarnya.

Herman juga menambahkan, “tidak ada satupun pemerintahan yang menginginkan rakyatnya sengsara, pasti program-programnya menginginkan rakyatnya sejahtera, Kementerian ESDM yang saat ini dipimpin oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan juga demikian, program-programnya ingin mensejahterakan nelayan.”

Pembagian paket perdana konverter kit merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2015 terkait Penyediaan, Pendistribusian & Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil.

Ditjen Migas telah melaksanakan kegiatan pembagian konverter kit BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil sejak tahun 2016 sebanyak 5.473 unit di 10 kabupaten/kota. Pada tahun 2017, dilaksanakan pembagian sebanyak 17.081 unit di 28 kabupaten/kota dengan dana Rp 120,92 miliar.

Paket perdana yang dibagikan terdiri dari mesin penggerak berbahan bakar bensin, tabung LPG 3 kg sebanyak dua unit beserta isinya, konverter kit berikut aksesorisnya (reducer, regulator, mixer, dll) serta as panjang dan baling-baling.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *