Fasilitas pipa angguk di Blok Rokan, Riau.

Jakarta, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, telah memberikan persetujuan atas tiga Kontrak Bagi Hasil yang berakhir (terminasi) kontrak kerja samanya tahun 2019. Salah satu kontrak baru tersebut merupakan kontrak perpanjangan dengan kontraktor eksisting.

Ketiga Kontrak Bagi Hasil (PSC) tersebut menggunakan bentuk kontrak Gross Split. Penandatangan kontrak baru tersebut dilakukan, Kamis pagi (30/5), disaksikan oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, dan Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto.

Dari ketiga kontrak PSC tersebut, dua adalah Kontrak Kerja Sama Alih Kelola dengan pengelolanya adalah perusahaan afiliasi PT Pertamina (Persero). Dan satu lainnya merupakan Kontrak Kerja Sama Perpanjangan dengan pengelola Kontraktor Eksisting.

Total bonus tanda tangan (signature bonus) dari penandatanganan ketiga kontrak tersebut sebesar US$ 19,2 juta atau setara Rp 258,5 miliar. Sedangkan perkiraan total nilai Investasi dari pelaksanaan kegiatan komitmen pasti lima tahun pertama adalah sebesar US$ 303,7 juta atau setara Rp 4 trilliun (asumsi nilai tukar Rupiah sesuai APBN 2018 adalah sebesar Rp13.400 per dolar Amerika Serikat).

Kontrak Bagi Hasil tersebut yaitu:

  1. Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Jambi Merang dengan Kontraktor sekaligus sebagai Operator adalah PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang dan kepemilikan Participating Interest sebesar 100 persen (termasuk Participating Interest 10 persen yang akan ditawarkan kepada BUMD). Wilayah Kerja Jambi Merang saat ini masih dikelola oleh JOB Pertamina – Talisman Jambi Merang dan akan berakhir masa pengelolaanya pada tanggal 9 Februari 2019.
  2. Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Raja/Pendopo dengan Kontraktor sekaligus sebagai Operator adalah PT Pertamina Hulu Energi Raja Tempirai dan kepemilikan Participating Interest sebesar 100 persen (termasuk Participating Interest 10 persen yang akan ditawarkan kepada BUMD). Wilayah Kerja Raja/Pendopo saat ini masih dikelola oleh JOB Pertamina – Golden Spike Energy Indonesia, Ltd. dan akan berakhir masa pengelolaanya pada tanggal 5 Juli 2019.
  3. Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Seram Non Bula dengan Kontraktor CITIC Seram Energy Ltd. (sekaligus sebagai Operator), Gulf Petroleum Investment Company KSCC, Lion International Investment Ltd., PT GHJ Seram Indonesia dan PT Petro Indo Mandiri. Partisipasi Interes yang dimiliki oleh para Kontraktor secara keseluruhan termasuk Partisipasi Interes 10% yang akan ditawarkan kepada BUMD. Wilayah Kerja Seram Non Bula akan berakhir masa pengelolaanya pada tanggal 31 Oktober 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here