Jakarta, Petrominer – Pemerintah, dalam hal ini Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), kembali menandatangani kontrak bagi hasil gross split dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) baru. Penandatanganan kontrak baru tersebut disaksikan oleh Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, di Kementerian ESDM, Senin (14/10)

“Dengan penandatanganan satu WK hari ini, maka secara keseluruhan terdapat 5 KKS WK Migas Konvensional yang ditandatangani tahun 2019 dengan skema KKS gross split,” ujar Arcandra.

Adalah PT Sumatra Global Energi-Zamatra Bakau Straits Ltd selaku KKKS atas WK Selat Panjang, dengan durasi kontrak 20 tahun. Wilayah kerja migas yang berlokasi di Riau ini merupakan hasil lelang regular Tahap I 2019 yang diumumkan 6 Mei lalu.

Total investasi komitmen pasti eksplorasi dan komitmen kerja pasti dari penandatanganan kontrak gross split WK Selat Panjang adalah US$ 74.000.000 dengan bonus tandatangan US$ 5.000.000.

Detail WK Migas Selat Panjang:

No. Wilayah Kerja Kontraktor Komitmen Pasti
1 Selat Panjang PT Sumatra Global Energi-Zamatra Bakau Straits Ltd Komitmen Kerja Pasti 5 Tahun Pertama

G & G; Akuisisi Data Seismik 2D 500 km; Akuisisi Data Seismik 3D 200 km2; dan 6 sumur eksplorasi dengan total investasi senilai US$ 74.000.000

Bonus Tandatangan : USD 5.000.000

 

Saat ini, lelang regular WK Migas Konvensional Tahap III Tahun 2019 sebanyak empat Wilayah Kerja (East Gebang, Belayan I, West Tanjung I dan Cendrawasih VIII) masih berjalan sampai, dengan batas akhir pemasukan dokumen partisipasi pada tanggal 25 Oktober 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here