Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menyerahkan dokumen Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Bawean kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama PT Prima Energi Bawean.

Nusa Dua, Petrominer – SKK Migas menandatangani Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja (WK) Bawean dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Prima Energi Bawean. WK Bawean merupakan hasil Penawaran WK Migas Tahap I Tahun 2022 untuk WK Eksploitasi dan telah diumumkan pemenangnya pada 4 Oktober 2022.

Penandatangan kontrak disaksikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Tutuka Ariadji, dalam acara  The 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG) di Nusa Dua, Bali, Rabu (23/11).

Wilayah Kerja Bawean berlokasi di lepas pantai Jawa Timur. Kontrak Bagi Hasil WK Bawean berjangka waktu 20 tahun.

Tutuka menjelaskan, saat ini Pemerintah juga terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk melakukan perbaikan dalam pengelolaan migas, termasuk ketentuan perbaikan fiskal, regulasi  terkait insentif dan juga perbaikan syarat dan ketentuan penawaran WK migas agar lebih menarik bagi investor.

“Seluruh perbaikan ini diharapkan dapat mendukung Pemerintah dalam meningkatkan dan mempertahankan investasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas,” ucapnya.

Dengan ditandatanganinya kontrak WK Bawean, total telah ditandatangani 5 kontrak bagi hasil migas pada tahun 2022 ini. Empat kontrak WK migas sebelumnya adalah Agung II, Ketapang Utara dan Bertak Pijar Puyuh, yang merupakan hasil Penawaran WK Migas Tahap II Tahun  2021.

Rencananya, menurut Tutuka, pada awal tahun 2023 depan juga akan dilakukan penandatanganan empat kontrak bagi hasil migas. Tiga di antaranya sedang dalam proses penyusunan kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC), yaitu WK Offshore Aceh Barat Laut, WK Offshore Aceh Barat Daya dan WK West Kampar. Sedangkan WK Bengara I sedang dalam proses Evaluasi Penawaran.

“Penandatanganan kontrak bagi hasil baru WK migas menunjukkan bahwa bisnis hulu di Indonesia masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan,” tegas Tutuka.

Dia kembali menegaskan bahwa  Indonesia masih memiliki potensi migas yang melimpah untuk mendukung kebutuhan energi di Indonesia. Pemerintah mengundang calon investor untuk menilainya dan bekerja sama untuk mengembangkannya. Pemerintah juga mengundang penyedia teknologi untuk mendukung kegiatan pengembangan hulu migas.

1 KOMENTAR

  1. Semoga bisa segera beroperasi untuk WK bawean sehingga bisa segera bisa memberikan distribusi buat negara, dan menambah pendapatan negara, serta bisa mensuport kebutuhan migas warga indonesia khususnya wilayah jawa timur,,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here