,

Konsumsi Listrik Turun Hingga 24 Persen

Posted by

Jakarta, Petrominer — Kondisi sistem kelistrikan nasional pada periode H-3 Natal 2016 sampai dengan H+7 Tahun Baru 2017 secara umum dalam kondisi cukup. Daya mampu pasok pembangkit nasional sebesar 39.778 megawatt (MW) dan beban puncak sebesar 29.272 MW, sehingga masih terdapat cadangan daya sebesar 10.506 MW.

“Secara nasional, rata-rata kalau hari besar yang panjang seperti Natal dan Tahun Baru konsumsi listrik secara keseluruhan turun karena banyak industri yang libur. Secara umum, listrik tidak ada masalah,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di sela-sela kunjungan ke PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali, dalam rangka meninjau kondisi kelistrikan untuk menghadapi peringatan Hari Raya Natal, Sabtu (24/12).

Kunjungan Menteri Jonan yang didampingi Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman ini disambut oleh Direktur Human Capital Management (HCM) PLN Muhamad Ali, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) PLN Nasri Sebayang, Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Haryanto W.S., dan beberapa General Manager (GM) di wilayah Jawa.

Menurut Jonan, penurunan beban puncak menjadi hal lumrah terjadi saat hari besar nasional. Pada saat Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru, serta hari besar lainnya penggunaan listrik memang berkurang khususnya pada perkantoran atau industri. Hal ini mempengaruhi tinggi dan rendahnya beban puncak kelistrikan.

Senada dengan itu, PLN juga sudah memperhitungkan pemakaian listrik pada beban puncak saat peringatan Hari Raya Natal 25 Desember 2016 dan pada pergantian tahun 2016 ke 2017 diproyeksikan berkurang hingga 18 – 24% dibandingkan pemakaian listrik di hari kerja biasa.

Beban puncak saat Natal 2016 diperkirakan turun sebesar 18%, bahkan beban puncak saat pergantian tahun turun lebih besar lagi yakni sebesar 24%, dibandingkan beban puncak di bulan Oktober 2016 yang berada pada besaran 25.051 MW.

Menurut Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, kondisi ini terjadi karena pada dua hari tersebut industri yang mengkonsumsi tenaga listrik sangat besar dan perkantoran serta pusat-pusat bisnis berhenti beroperasi alias libur.

Berdasarkan kondisi tersebut, pasokan tenaga listrik selama periode Natal dan Tahun Baru kali ini pada sistem kelistrikan Jawa-Bali berada pada kondisi cukup. Artinya beban puncak lebih kecil dari daya mampunya sehingga menghasilkan cadangan listrik (reserve margin) yang cukup besar.

Untuk kondisi kelistrikan di Jawa Bali, saat ini Beban Puncak (BP) mencapai 25.051 MW. Kondisi beban puncak siang hari sebesar 24.134 MW dan Reserve Margin sebesar 32,34%. Pada saat malam Natal 2016 diperkirakan beban puncak mencapai 20.386 MW terjadi pada pukul 19.00 WIB.

Sedangkan beban puncak pada 1 Januari 2017 diperkirakan sebesar 18.903 MW pada pukul 19.00 WIB malam hari. Untuk beban puncak pada 1 Januari 2017 siang, diperkirakan sebesar 16.882MW terjadi pukul 13.30 WIB.

“Kami memperkirakan secara umum beban puncak kelistrikan Jawa Bali pada tahun 2017 akan mencapai 26.053 MW atau tumbuh 4,0%,” jelas Suprateka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *