,

Konsep Onshore Masela Sesuai Nawacita

Posted by

Jakarta, Petrominer — Dewan Pengurus Nasional Sekretariat Nasional (DPN Seknas) Jokowi menyatakan pengembangan lapangan gas di Blok Masela semestinya dilakukan dengan menggunakan konsep onshore atau di darat. Alasannya, skema itu sesuai dengan Nawacita dan janji Presiden Joko Widodo untuk membangun dari pinggiran.

Salah satu poin Nawacita adalah membangun Indonesia dari pinggiran. Bahkan, Presiden Jokowi sempat menegaskan bahwa Indonesia Bagian Timur sangat penting bagi masa depan nusa dan bangsa.

“Jadi harus onshore. Iya Jokowi harus ambil konsep Onshore untuk kepentingan rakyat banyak,” ujar Ketua Bidang Energi DPN Seknas Jokowi, Tumpak Sitorus, Rabu (16/3).

Pro-kontra yang kuat terkait dengan proyek Blok Masela apakah akan menggunakan konsep Floating LNG (FLNG) atau Onshore LNG (OLNG) untuk mengembangkan lapangan gas Abadi masih digodok. Keputusan tentang Blok Masela ini masih ditangguhkan. Karena itu, masih terbuka kesempatan kepada publik dan para ahli untuk memberikan masukan kepada Presiden.

Namun sampai saat ini, menurut Tumpak, belum ada satu pihak pun yang dapat menjelaskan kepada publik, konsep mana yang memiliki kajian komprehensif dan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dengan biaya proyek yang terinci, benar dan hitungan yang jujur. Karena itulah, Seknas JOKOWI meminta kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap Blok Masela untuk memberi masukan langsung kepada Presiden.

“Keputusan Blok Masela ada di tangan Presiden, baik sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan. Kita dorong supaya Presiden Jokowi memutuskan polemik ini dengan penuh kehati-hatian,” ujarnya.

Tumpak menegaskan bahwa selama ini aroma politik perdebatan mengenai Blok Masela jauh lebih dominan antara Kementerian Koordinaator Bidang Maritim dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sementara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tak pemah bersuara.

“Kita butuh kajian dan pendapat komprehensif dari Kementerian LHK. Jangan sampai pembangunan nanti tidak memperhatikan aspek lingkungan. Aroma politik, apalagi aroma kepentingan, mari kita jauhkan terlebih dahulu dari Blok Masela karena koridor pembangunan adalah Tri Sakti dan Nawacita,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Seknas JOKOWI menghimbau kepada Presiden Jokowi untuk berhati-hati dan bijaksana dalam mengambil keputusan untuk Blok Masela. Jangan sampai mengulang kesalahan tambang emas Freeport yang menyengsarakan masyarakat Papua. Jangan sampai masyarakat Maluku seperti “tikus mati di lumbung padi”.

Seknas JOKOWI akan mendukung keputusan terbaik yang akan diambil Presiden terkait Blok Masela, sepanjang keputusan itu memberi kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Maluku serta memberi kejayaan bangsa dan negara.

“Kami juga meminta kepada Presiden untuk jangan berlama-lama mengambil keputusan, tapi juga jangan terburu-buru, apalagi karena tekanan dan ancaman pihak luar. Pak Presiden yang mulia, jangan sungkan mengambil keputusan,” tegas Tumpak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *