Komunitas Tuli Gresik (Kotugres) tetap produktif di tengah wabah nasional Covid-19. Kelompok binaan Pertagas ini membuat masker dari dari perca.

Gresik, Petrominer – Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas Tuli Gresik (Kotugres) mampu tetap produktif di tengah wabah nasional Covid-19. Kelompok mitra binaan PT Pertamina Gas (Pertagas) ini berhasil memanfaatkan peluang lewat kreasinya mengolah kain perca menjadi masker untuk dibagikan ke masyarakat sekitar.

“Anggota Kotugres berinisiatif memproduksi masker dari kain perca dan dibagikan kepada masyarakat sekitar UPT,” ujar Ketua Unit Pelayanan Teknis (UPT) Resource Centre Gresik, Innik HIkmatin, Kamis (16/4).

Menurut Innik, anggota kelompok tersebut berinisiatif membuat masker dari kain perca karena melihat masih ada beberapa tamu UPT Resources Centre yang belum bermakser selama pandemi. Kain Perca yang dimanfaatkan untuk membuat masker berasal dari sisa kain untuk produksi baju siap pakai Kotugres.

“Teman-teman ingin ikut berkontirbusi dalam penanggulangan wabah ini. Akhirnya ada yang inisiatif buat masker dan dibagi gratis ke warga sekitar. Alhamdulilah warga menyambut baik,” ujarnya.

Tidak hanya itu, karena kemampuan mereka memproduksi masker ini, akhirnya ada beberapa perusahaan yang memesan produk masker ke Kotugres. Namun karena keterbatasan produksi, mereka baru menyanggupi 500 buah pesanan masker.

Selama ini, salah satu fokus keahlian produksi Kotugres adalah memproduksi pakaian siap pakai, aneke produk konveksi seperti mukena, dan kerajinan tangan. Dalam satu bulan, rata-rata kelompok ini mampu menghasilkan 20 sampai 30 potong pakaian siap pakai. Selain produksi pakaian siap pakai, sebagian anggota Kotugres juga menghasilkan produk makanan dan minuman siap saji.

Manager Communication, Relations, dan CSR Pertagas, Zainal Abidin, mengapresiasi langkah mitra binaan yang tetap mampu berkreasi dan berempati di tengah pandemi. Di sisi lain,mereka juga masih bisa berproduksi meski banyak sektor UKM terpukul karena wabah ini.

Zainal menegaskan, Pertagas senantiasa mendampingi kelompok mitra binaannya untuk tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19 selama berproduksi.

““Kreatifitas teman-teman Kotugres mengubah kain perca menjadi bermanfaat untuk pencegahan Covid-19 patut kita hargai. Kami juga sangat bersyukur karena di tengah wabah ini, komunitas binaan Pertagas masih mampu bertahan dan ikut membantu menggerakkan roda ekonomi di daerahnya masing-masing, minimal di kelompoknya sendiri,” ungkapnya.

Selain Kotugres, kelompok binaan Pertagas lain seperti Kelompok Matahari di Bontang dan Kelompok Asman Toga di Prabumulih juga kebanjiran pesanan. Kelompok Matahari dalam beberapa hari terakhir melakukan banyak menerima pesanan masker. Sementara Kelompok Asman Toga harus menambah kapasitas produksi minuman herbal yang selama ini menjadi andalannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here