Gorontalo, Petrominer — Panitia Kerja (Panja) PLN Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gorontalo. Pembangkit dengan kapasitas 100 Mega Watt (MW) ini berlokasi di Desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 03 Juni 2016 lalu, sebanyak 9 anggota Panja PLN, dengan pimpinan rombongan Mustofa Asegaf, meninjau langsung PLTG Gorontalo, Kamis sore (8/9).
Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan PLTG Gorontalo setelah beroperasi dan kendala apa yang dihadapi. Panja juga ingin mendengar langsung tentang keberhasilan PLN melakukan pembangunan proyek PLTG Gorontalo 4 x 25 MW dalam waktu yang relatif cepat, setelah dilakukan ground breaking pada 19 september 2015. Seperti diketahui, PT PLN (Persero) berhasil merampungkan seluruh pengerjaan proyek tersebut kurang dari 7 bulan.
Rombongan Komisi VI disambut oleh Direktur Regional Bisnis Sulawesi & Nusa Tenggara (SNT) Machnizon Masri, Kepala Divisi (KDIV) Organisasi Mursalin, General Manager (GM) PLN Suluttenggo Baringin Nababan, GM Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagut) Eko Priyantono dan Manajer PLN Area Gorontalo Putu Eka Astawa, serta dari Pemerintah Propinsi Gorontalo diwakili Asisten I Pemprov, Anis Naki dan Kepala Dinas Kehutanan dan ESDM Provinsi Gorontalo Husen Husni.
“Kami sangat tertarik dengan PLTG Gorontalo, karena percepatan pembangunannya sangat efektif dan berhasil, namun kami juga menginginkan ada kajian lagi jika ada proyek pembangkit untuk kedepannya, dikaji dari, demografinya, geopilitiknya, perkembangan ekonomi dan budgeting APBN negara,” ujar Asegaf.
Direktur Regional Bisnis Sulawesi & Nusa Tenggara (SNT) Machnizon Masri menerangkan bahwa keberhasilan PLN dalam membangun PLTG Gorontalo tidak lepas dari dukungan Pemerintah Gorontalo, khususnya dalam hal pembebasan lahan, sehingga PLN sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah.
“PLN dalam hal ini sangat terbantu adanya dukungan penuh pemerintah daerah di Gorontalo, baik dalam hal pembebasan lahan maupun perijinan. Apa yang dilakukan pemerintah daerah di sini, bisa jadi percontohan bagi daerah-daerah lainnya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan,” ujar Machnizon.
PLTG Gorontalo telah melayani kebutuhan listrik masyarakat sejak 11 April 2016, dan menjadi jawaban kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta mampu meningkatkan rasio elektrikfikasi hingga 84,4 persen. PLTG Gorontalo menjadi pembangkit pertama yang beroperasi dari Program 35.000 MW target pembangunan pembangkit listrik selama lima tahun (periode 2014-2019) Pemerintahan Presiden Jokowi.








Tinggalkan Balasan