Jakarta, Petrominer – Selama pandemi, setiap orang diminta stay at home. Ini menjadi tantangan sendiri bagi keluarga-keluarga di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar memiliki ukuran rumah over crowded yang rentan terhadap transmisi penyakit.

Tidak hanya itu, ketika setiap orang diminta rajin cuci tangan sementara air bersih sangat sulit diperoleh. Kondisi ini semakin menekankan betapa pentingnya keberadaan rumah layak khususnya di masa pandemi.

“Tersedianya hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah membutuhkan sinergitas banyak pihak, baik pemerintah maupun swasta. Masyarakat juga perlu dilibatkan dalam pelaksanaan aktivitasnya,” ujar Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Susanto, Senin (11/10).

Menurut Susanto, KADIN Indonesia dapat berperan memberikan panduan pelaksanaan pengembangan sektor perumahan secara lintas sektoral, berkaitan dengan aspek prasarana infrastruktur, fiskal, perpajakan, moneter, transportasi hingga sumber daya manusia. Demikian juga dengan akademisi yang berperan penting dalam memberikan kajian yang mendalam untuk pengembangan perumahan yang inklusif.

“Hal inilah yang mendorong Habitat for Humanity Indonesia bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Universitas Trisakti untuk menggelar Indonesia Housing Forum 2021. Kolaborasi antar pihak ini diharapkan bisa melahirkan sebuah kebijakan untuk meningkatan akses ke perumahan yang aman, layak dan terjangkau,” paparnya.

Sebagai bagian dari Housing Forum yang diadakan di tingkat Asia Pasifik selama satu dekade sejak konferensi pertama tahun 2007, tahun ini akan diadakan Indonesia Housing Forum 2021. Acara ini mengusung tema “Membangun Hunian yang Inklusif untuk Masa Depan yang Lebih Baik,” dan akan digelar secara daring pada 14 Oktober 2021.

Susanto menjelaskan, Indonesia Housing Forum merupakan forum yang diadakan setiap dua tahun sekali yang mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor. Tujuannya mencari solusi terkait masalah perumahan di Indonesia, sekaligus menyediakan perumahan terjangkau yang dapat mendorong kinerja sektor properti nasional, sehingga berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.

Indonesia Housing Forum 2021 merupakan pelaksanaan ke-3 setelah tahun 2017 dan 2019,” ungkapnya.

Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kadin Indonesia, Budiarsa Sastrawinata, mengatakan bahwa saat ini adalah momentum yang tepat menyuarakan visi baru untuk kawasan dan hunian yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ini juga akan memperkuat komitmen terhadap SDGs dan perubahan iklim ke dalam prioritas nasional dan daerah.

Budiarsa mengakui sampai saat ini masih terjadi ketimpangan dalam penyediaan dan kebutuhan rumah bagi seluruh masyarakat Indonesia. Itu sebabnya masalah hunian atau perumahan menjadi bagian dari sebuah industri besar. Apalagi, sektor properti memiliki keterkaitan dengan 175 sektor industri lainnya.

“Sehingga apabila sektor properti sudah mulai bangkit (bergerak), maka ratusan industri lainnya juga akan bergerak,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Budiarsa, pembiayaan perumahan yang terjangkau menjadi isu yang masih harus dicarikan solusi terbaik. Perlu adanya formula khusus yang akan menjadi instrumen pembiayaan dari berbagai pelaku, baik di sektor publik maupun swasta untuk mendanai perumahan yang terjangkau.

Sementara itu, Ketua Jurusan Arsitektur FTSP Universitas Trisakti, Etty R K, mengatakan Trisakti sebagai perwakilan akademisi dalam Housing Forum Indonesia nantinya tidak hanya sebatas melakukan pengajaran dan penelitian, melainkan juga berperan aktif terjun memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Tidak hanya aktif berwacana tetapi juga berpraktik membangun masyarakat melalui hunian layak, untuk membantu mendukung kehidupan perekonomian masyarakat dengan teknologi tepat guna dan inovasi konsep perencanaan yang efisien,” ujar Etty.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here