Jakarta, Petrominer – SUN Energy kembali memperkenalkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan inovasi terbaru untuk diimplementasikan di kawasan operasional pertambangan. Inovasi ini berupa produk produk PLTS PV Roll Up yang bisa dengan mudah dikemas dan dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Chief Commercial Officer SUN Energy, Dionpius Jefferson, mengatakan bahwa konsumen adalah prioritas utamanya. Oleh karena itu, SUN Energy terus mencari solusi dari setiap tantangan apapun terkait pemanfaatan energi surya di Indonesia.
“Pertumbuhan minat pasar akan penyediaan energi bersih tentu harus dibarengi dengan peningkatan layanan dan inovasi yang dilakukan, teknik PV Roll Up yang dikembangkan pada kawasan industri pertambangan oleh SUN Energy merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik terhadap para pelanggan,” jelas Dion, Selasa (23/8).
Produk PLTS PV Roll Up merupakan panel surya (Photovoltaic/PV) yang telah dirakit bersamaan dengan rangka dudukan panel atau mounting, sehingga mendukung proses pemasangan menjadi lebih mudah. PLTS PV Roll Up ini dapat dilipat dan memiliki roda yang bisa dijalankan, sehingga PLTS dapat dengan mudah dipindahkan ke lokasi lain jika dibutuhkan.
“Teknik PV Roll Up merupakan bentuk inovasi yang dilakukan oleh SUN Energy agar terus konsisten menyediakan layanan terbaik terhadap para pelanggan yang ingin memanfaatkan energi surya,” ungkapnya.
Menurut Dion, produk ini telah dipasang di lokasi pertambangan yang dioperasikan Berau Coal di Suaran, Kalimantan Timur. Pada luasan wilayah 5.935,5 m2 yang tersedia, telah terpasang 1.600 unit modul PV dengan total kapasitas panel surya sebesar 720 kWp.
PLTS ini mampu memproduksi energi bersih sebesar 1.005 MWh setiap tahunnya. Angka ini diketahui mendukung 25 persen kebutuhan dari beban total listrik Coal Processing Plant (CPP) di Berau Coal Suaran. Ke depannya, Berau Coal dapat memindahkan PLTS PV Roll Up ini apabila keberlangsungan bisnis di masa mendatang membutuhkan pemindahan lokasi bisnis ke daerah lain.
“Melalui pemanfaatan energi surya, Berau Coal Suaran dengan dukungan SUN Energy telah berupaya mereduksi emisi karbon sebesar 401 ton setiap tahunnya, serta memperkirakan 6.015 pohon tertanam selama 10 tahun,” jelasnya.
Tidak dapat dipungkiri, energi surya disebutkan menjadi salah satu energi terbarukan yang pengaplikasiannya dinilai paling mudah dan memiliki potensi yang luar biasa di Indonesia. Hal tersebut turut meyakini SUN Energy sebagai pengembang energi surya untuk terus memperluas pemanfaatan energi bersih di Indonesia sebagai bagian dari akselerasi target bauran energi.
“SUN Energy berkomitmen untuk mendukung proses transisi energi melalui penyediaan energi bersih bersama dengan inovasi yang terus diwujudkan. Inovasi yang terus kami lakukan kepada para pelanggan tentu diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku industri lainnya tentang pengaplikasian energi surya yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan industri,” ujar Dion.









Tinggalkan Balasan