Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Tri Boewono (kiri) bersama dengan Komisaris MDKA Garibaldi Thohir (tengah) dan Komisaris Independen MDKA M. Munir (kanan) di sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST dan RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Rabu (29/7).

Jakarta, Petrominer – Keberhasilan proyek ekspansi oksida di tambang emas Bukit Tujuh menjadi penopang kinerja gemilang PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sepanjang tahun 2019. Produksi emas dan perak MDKA pun dilaporkan mampu melampaui target dan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Presiden Direktur MDKA, Tri Boewono, mengatakan program tersebut merupakan upaya berkelanjutan dari manajemen untuk mewujudkan ambisi menjadi perusahaan tambang dan logam kelas dunia di Indonesia. Tidak hanya itu, proyek itu telah memperkuat bisnis pertambangan dan nilai perusahaan untuk memastikan kelangsungan bisnis jangka panjang.

“MDKA, sejak berdiri pada tahun 2012, telah berkembang pesat menjadi produsen emas terkemuka dengan mengembangkan proyek yang tepat, pada saat yang tepat, dengan orang-orang yang tepat. Kinerja tahun 2019 sekali lagi menggarisbawahi fakta tersebut. Masuknya MDKA dalam indeks saham LQ45 dan Jakarta Islamic Index (JII) juga merupakan konfirmasi pasar terhadap kinerja kami,” kata Tri usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST dan RUPSLB), Rabu (29/7).

Sampai akhir tahun 2019, MDKA telah menghasilkan 223.042 ounces emas dan 409.492 ounces perak. Kinerja ini naik 33,15 persen dibandingkan tahun 2018 yang menghasilkan 167.506 ounces emas dan melonjak 191,32 persen dari 140.594 ounces perak. Produksi tahun lalu juga ini melampaui target awal sebesar 180.000-200.000 ounces emas. Sementara PT Batutua Tembaga Raya (BTR) di proyek tambang tembaga di Wetar, Maluku Barat, berhasil memproduksi 16.777 ton tembaga.

Sampai dengan saat ini, MDKA telah mengembangkan tiga aset tambang melalui tambang emas Tujuh Bukit (PT Bumi Suksesindo/BSI), Tambang Tembaga Wetar (PT Batutua Kharisma Permai/BKP)) dan Proyek Emas Pani (PT Puncak Emas Tani Sejahtera/PETS); serta tiga proyek pengembangan yang terdiri dari Proyek Tembaga Tujuh Bukit (PT Bumi Suksesindo/BSI), Proyek Patungan Pani (JV MDKA dan J Resources), dan Proyek Acid Iron Metal (AIM) Wetar/Morowali (JV MDKA dan Eternal Tsingshan Group Limited); serta penyedia jasa pertambangan melalui PT Merdeka Mining Servis.

Buyback Saham

Dalam RUPSLB, para pemegang saham MDKA menyepakati untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) sebanyak-banyaknya 2 persen saham dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan dengan alokasi dana maksimal Rp 568 miliar. Pelaksanaan buyback ini akan dilaksanakan secara bertahap sampai paling lama 18 bulan mendatang.

Menurut Sekretaris Perusahaan MDKA, Adi Adriansyah Sjoekri, pertimbangan utama dalam melakukan buyback adalah agar dapat memiliki fleksibilitas dan mekanisme untuk menjaga stabilitas harga saham jika harga saham Perseroan tidak mencerminkan nilai/kinerja Perseroan.

Terkait kinerja gemilang tahun 2019, Adi menjelaskan bahwa pencapaian tahun 2019 didukung oleh strategi perseroan dengan fokus memperkuat bisnis pertambangan. Kinerja tersebut juga ditopang oleh hari penjualan emas dan tembaga, dengan mengoptimalkan potensi sumber daya mineral dari aset yang ada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here