Kian Efisien, Pertamina Drilling Catat Penurunan NPT dan Cost per Feet

0
680
Tim Pertamina Drilling di lokasi rig PDSI #53.2/ZJ750-M yang mendukung proyek IDESS di wilayah kerja Rokan, Riau.

Pekanbaru, Petrominer – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali mencetak capaian strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Ini berkat terobosan model kerja terpadu yang merevolusi layanan pengeboran sumur migas, yakni Integrated Drilling Engineering Supervisory and Services (IDESS).

“IDESS adalah manifestasi dari transformasi operasional yang terukur dan berdampak. Kami mengedepankan integrasi, efisiensi, serta budaya kerja yang disiplin dan berorientasi hasil, tanpa mengesampingkan aspek HSSE sebagai fondasi utama,” jelas Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, Jum’at (1/8).

Sejak resmi diluncurkan bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada 26 Februari 2024 silam, proyek IDESS membawa pendekatan kolaboratif. Inovasi ini menyatukan layanan rig, personel, cementingdirectional drilling, hingga drilling fluid dalam satu koordinasi operasional berjangka panjang selama delapan tahun. Untuk proyek ini, Pertamina Drilling mengoperasikan enam unit rig, yang terdiri dari empat unit rig 550 HP dan dua unit rig 750 HP.

Proyek perdana IDESS diimplementasikan di sumur Benar-00074 wilayah kerja Rokan, menggunakan rig PDSI #49.2/PD550-M yang mulai ditajak pada 23 Mei 2024. Seiring berjalannya waktu, IDESS pun menunjukkan hasil nyata. Mulai dari penurunan cost per feet hingga 9 persen, penurunan Non-Productive Time (NPT) controllable dari 4 persen menjadi 2 persen, serta peningkatan signifikan pada rig reliability dan cycle time pengeboran.

Benchmark

Dalam kesempatan sebelumnya, Manager Drilling Operation PHR, Hendri Junaidi, menyebutkan bahwa proyek IDESS ini menandai tonggak penting dalam upaya berkelanjutan PHR untuk mengoptimalkan operasi pengeboran, meningkatkan penyediaan layanan, dan memastikan pengawasan yang efektif di blok Rokan. Keberhasilan pelaksanaan proyek ini juga memperkuat reputasi kemitraan dan sinergi PHR.

PHR juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua tim, pemangku kepentingan, dan mitra yang komitmen, kerja keras, dan keahliannya sangat penting dalam mewujudkan proyek ini. Pencapaian ini mencerminkan upaya kolaboratif dan visi semua pihak yang terlibat, serta menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam efisiensi operasional dan keselamatan.

“Keberhasilan ini merupakan bukti dedikasi dan profesionalisme semua pihak yang terlibat. Kami berharap proyek IDESS akan terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masa depan Pertamina Hulu Rokan,” ujar Hendri.

Keberhasilan proyek ini juga mendapat sorotan positif dari berbagai pakar di industri hulu migas. Mereka menilai IDESS sebagai langkah konkret dalam efisiensi pengeboran nasional. Tercatat, pendekatan IDESS tak hanya mampu memangkas biaya dan waktu, tetapi juga memperkuat sinergi antarlini dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas proses operasional.

Satu tahun berjalan, IDESS juga berhasil mencatat zero Lost Time Injury (LTI) sejak pelaksanaan proyek dimulai. Tentunya, pencapaian ini menegaskan komitmen tinggi Pertamina Drilling dalam menjalankan operasi yang selamat dan andal.

Kini, model layanan terintegrasi tersebut digadang-gadang sebagai benchmark baru dalam pengelolaan pengeboran migas nasional. Dengan jejak awal yang positif, IDESS membuka peluang besar untuk direplikasi di wilayah kerja lainnya, sehingga dapat mendukung target produksi nasional yang andal dan berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here