Jakarta, Petrominer – Ketegangan antara Rusia dan Ukraina turut mempengaruhi harga beberapa komoditas dunia. Salah satunya emas. Komoditi ini sempat mengalami kenaikan tajam, meskipun hanya bersifat sementara namun masih menunjukkan fluktuatif terbatas.
Menurut Stephanus Paulus Lumintang selaku Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX), kondisi tersebut tercermin pada volume transaksi JFX, yang masih didominasi oleh Kontrak Emas (Loco London).
Hingga akhir Februari 2022, volume transaksi mencapai 715.187,6 lot. Diikuti dengan kontrak Indeks, dengan pencapaian volume transaksi 131.595,6 lot , Forex 89.653,30 lot, Energi 23.274,80 lot, Single Stock 9.758,50 lot, dan Precious Metal dengan 1.376,50 lot volume transaksi.
Pada perdagangan Pasar Fisik Emas digital off exchange, yang telah soft launching awal Februari lalu, JFX mencatatkan pencapaian 20.071,27 gram pada akhir Februari 2022.
JFX mengakhiri bulan kedua tahun 2022 ini dengan kinerja yang semakin membaik, menorehkan pencapaian volume transaksi 2.037.960,20 lot.
Pertumbuhan positif awal tahun 2022 ini ditandai dengan pencapaian volume transaksi bilateral JFX sebanyak 1.790.533,20 lot dan volume transaksi multilateral JFX yang mencapai 247.427 lot hingga akhir bulan Februari 2022. JFX optimis akan terus bertumbuh di bulan-bulan berikutnya untuk dapat mencapai 12 juta lot volume transaksi sampai akhir tahun ini.
Selain produk multilateral dan bilateral, salah satu produk unggulan yang dimiliki oleh JFX adalah perdagangan pasar fisik timah murni batangan. Hingga akhir Februari 2022, JFX sebagai Bursa Timah mencatat pencapaian volume transaksi 5.220 ton, dengan mencapai harga tertinggi US$ 45.225 per MT.
“Pencapaian ini merupakan cermin Indonesia sebagai negara yang sangat berpengaruh dalam ekonomi dan perdagangan global, khususnya komoditi yang dihasilkan dari bumi Indonesia,” ujar Paulus.
Menurutnya, semua kinerja itu dapat terlaksana dan digapai JFX berkat kepercayaan dan dukungan dari pemerintah, khususnya Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), serta mulai semakin meningkatnya tingkat edukasi dan pemahaman dari mayarakat akan industri ini.
Hal lain yang mempengaruhi pencapaian ini adalah berbagai upaya yang dilakukan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) sebagai lembaga kliring, anggota bursa JFX dan anggota kliring KBI yang terus menerus dan fokus pada kegiatan edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan literasi industri Perdagangan Berjangka Komoditi di tanah air.
“Masyarakat Indonesia juga semakin bijak dalam berinvestasi dan memilih instrumen serta perusahaan investasi yang memiliki legalitas yang sah, dengan menciptakan rasa aman dalam berinvestasi,” ungkap Paulus.









Tinggalkan Balasan