Jakarta, Petrominer – Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menyatakan telah membangun Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di 30.000 titik. Pembangunan PJU selama kurun tiga tahun terakhir itu (2016-2018) telah menerangi jalan sepanjang 1.500 km pada 200 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Pemasangan PJU-TS ini dalam rangka memberikan akses energi dan mendorong pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia,” ujar Dirjen EBTKE, Sutijastoto, Jum’at (8/3)

Sementara untuk tahun 2019, jelas Sutijastoto, Kementerian ESDM menargetkan tambahan PJU-TS di 21.000 titik yang untuk menerangi jalan sepanjang 1.000 km. Pemerintah Daerah juga masih bisa mengusulkan pembangunan PJ-TS di daerah mereka untuk tahun 2019 ini.

Penerangan dari PJU-TS ini akan menambah perekonomian kota menjadi lebih bergairah. Pemerintah pun semaksimal mungkin akan mengupayakan PJU-TS untuk menerangi listrik di jalan raya.

“Penerangan merupakan salah satu kebutuhan masyarakat untuk kesejahteraan. Oleh karena itu kita bantu, meski kecil tapi penerangannya cukup bagus,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dirjen Ketenagalistrikan, Rida Mulyana. Menurutnya, PJU-TS ini juga merupakan bentuk pengelolaan uang rakyat kembali ke rakyat.

“Ini (PJU-TS) adalah upaya menciptakan energi yang cukup, handal dan terjangkau. Bayangkan begitu panjangnya setara sejauh Anyer ke Panarukan dibangun penerangan. Unsur keamanan masyarakat pun jadi meningkat, juga membantu Pemda mengurangi tagihan ke PLN. PJU-TS ini sangat membantu,” tegas Rida.

PJU-TS adalah lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya dan terintegrasi dengan baterai. Lampu PJU-TS ini sangat cocok digunakan untuk jalan-jalan di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh listrik PLN dan juga daerah-daerah yang mengalami krisis energi listrik terutama di daerah terpencil karena sifatnya yang stand alone.

PJU-TS juga dapat diaplikasikan di daerah perkotaan seperti di kawasan jalan utama, jalan kawasan perumahan, Kawasan industri, dan fasilitas umum lainnya. Khusus untuk tahun anggaran 2018, Kementerian ESDM melaksanakan pemasangan PJU-TS di 26 Provinsi dan 167 Kabupaten/Kota dengan jumlah PJU-TS sebanyak 21.839 titik.

Selain PJU-TS, Kementerian ESDM juga memberikan solusi penerangan dan energi listrik yang diberikan secara gratis dan difokuskan bagi perdesaan yang terisolir dan sulit dijangkau jaringan PLN melalui program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

“Untuk LTSHE capaiannya di tahun 2017 sudah terpasang bagi 79.556 KK (5 provinsi), dan tahun 2018 ada tambahan 172.996 KK (16 provinsi). Target di tahun 2019, akan ada lagi sekitar 100.000 unit LTSHE yang akan dibagikan bagi masyarakat belum berlistrik di 22 provinsi,” ujar Sutijastoto.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here