Presiden Joko Widodo.

Jakarta, Petrominer – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sudah beralih ke PT Inalum (Persero), dan sudah dibayar lunas. Kepemilikan mayoritas saham perusahaan pengelola tambang di Papua itu akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri dan CEO Freeport ketika mengumumkan tuntasnya divestasi PTFI tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat sore (21/12).

“Hari ini merupakan momen bersejarah setelah PT Freeport beroperasi di Indonesia sejak tahun 1973,” kata Presiden Jokowi.

Terkait saham daerah, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua bakal menerima porsi kepemilikan saham sebesar 10 persen dari total saham PTFI yang dimiliki Inalum. Nantinya, saham Pemerintah Daerah Papua tersebut akan dikelola oleh perusahaan khusus PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPPM), yang 60 persen sahamnya akan dimiliki oleh Inalum dan 40 persen oleh BUMD Papua.

Tak hanya porsi saham, Papua juga akan mendapat tambahan pemasukan dari pajak daerahnya.

Lihat juga: Sah Jadi Milik Inalum, Kontrak Karya Freeport Berubah Jadi IUPK

Presiden menjelaskan, kepemilikan mayoritas saham itu akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dengan kepemilikan mayoritas itu, ada potensi penerimaan pajak dan royalti yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan, hal-hal terkait masalah lingkungan, dan yang berkaitan dengan smelter, sesuai laporan yang diterimanya semuanya sudah diselesaikan dan disepakati. Dengan demikian, semuanya sudah komplet dan tinggal bekerja saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here