, ,

Kenaikan Produksi di Tengah Pandemi Covid-19

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina EP melaporkan kenaikan produksi minyak dan gas bumi (migas) menyusul keberhasilan dalam program perawatan dan pengeboran sumur selama periode Januari-Juni 2020 (Semester I-2020). Kenaikan produksi ini merupakan realisasi dari upaya untuk memenuhi target produksi dan menambah cadangan migas.

Direktur Utama Pertamina EP, Eko Agus Sardjono, menjelaskan bahwa memasuki semester II-2020, Pertamina EP berhasil meningkatkan produksi migas melalui program well intervention di sumur SKW-21, Bojonegoro, Jawa Timur. Tambahan produksi juga diperoleh dari hasil pengeboran baru di sumur SBJ-343 di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Pertamina EP juga berhasil meningkatkan cadangan migas dari kegiatan eksplorasi yang dilakukan di Area Jawa Bagian Barat pada sumur Akasia Prima (AKP) -001 di Indramayu, Jawa Barat dan sumur Wolai (WOL)-002 di Banggai, Sulawesi Tengah,” ujar Eko, Selasa (28/7).

Dari program well intervention di sumur SKW-21 yang merupakan wilayah kerja Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, produksi minyak naik 2.200 barel per hari (BOPD). Per tanggal 21 Juli 2020, tambahan produksi dari sumur SKW-21 menjadikan total produksi menjadi 9.821 BOPD, yang melebihi target harian yang dibebankan kepada Sukowati Field.

“Sebagai salah satu lapangan backbone di Pertamina EP Asset 4, Sukowati Field menyumbang 60 persen dari keseluruhan produksi minyak di Pertamina EP Asset 4. Salah satu upaya Sukowati Field untuk mencapai target produksi tersebut adalah melalui kegiatan servis pada sumur yang dikelolanya,” ungkapnya.

Sementara pemboran baru di sumur SBJ-343, yang berada di wilayah Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field, menambahkan produksi 381 BOPD. Sumur ini ditajak pada 17 Juni 2020 dan menjadikan total produksi minyak Sangasanga Field mencapai (YTD) 5.672 BOPD dan gas sebesar 2,612 MMSCFD.

Selain berhasil dalam pelaksanaan program di Sukowati Field dan Sangasanga Field, Pertamina EP juga berhasil menemukan sumber daya migas baru untuk memenuhi kebutuhan energi negeri yang didapatkan dari pengeboran eksplorasi sumur Akasia Prima (AKP)-001. Sumur yang mulai dibor pada 28 April 2020 itu mencapai kedalaman akhir 2561 M pada 17 Juni 2020.

Keberhasilan penemuan cadangan lainnya juga didapatkan dari pengeboran eksplorasi Wolai (WOL)-002, yang ditajak pada 29 November 2019. Saat ini, kedua sumur eksplorasi tersebut dalam tahap proses evaluasi cadangan migasnya.

Eko menyampaikan harapannya terhadap pengeboran ekplorasi AKP-001 dan WOL-002. Penemuan sumberdaya migas ini diharapkan dapat menguatkan optimisme pencarian sumberdaya baru dan segera berkontribusi dalam menjaga daya dukung produksi migas beberapa tahun ke depan, sehingga dapat memastikan keberlanjutan pasokan energi untuk negeri.

”Pengeboran eksplorasi ini tercapai karena dukungan masyarakat serta pemerintah sehingga proses pengeboran dapat berjalan dengan dengan lancara dan hasil yang baik,” tegasnya.

Pertamina EP menjalankan seluruh kegiatan operasinya dengan tetap mengedapankan aspek Health, Safety, Security and Environtment (HSSE). Hingga akhir Juni 2020, tercatat 44.983.798 jam kerja selamat.

Terkait dengan kondisi pandemi Covid-19, Pertamina EP juga memastikan bahwa seluruh kegiatan operasi maupun perkantoran mematuhi seluruh protokol kesehatan serta penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat.

Sementara dalam menghadapi kondisi rendahnya harga minyak, Pertamina EP selalu melakukan evaluasi secara berkala terhadap semua program kerja dan biaya operasi agar diperoleh prioritas dan efisiensi yang optimal. Program kerja diprioritaskan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan operasi dan produksi migas dengan selektif melakukan eksekusi rencana kerja sesuai dengan keekonomian.

Hingga akhir Juni 2020, realisasi produksi minyak Pertamina EP mencapai sebesar 80.516 BOPD dan produksi gas sebesar 875,87 MMSCFD. Kontributor terbesar produksi minyak adalah Asset 5 di Kalimantan dengan produksi rata-rata 18.600 BOPD. Sedangkan produksi gas terbesar ada di Asset 2 di Sumatera Selatan sebesar 351 MMSCFD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *