,

Kementerian ESDM Serahterimakan Aset 204 Sumur Bor

Posted by

Denpasar, Petrominer – Air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat yang harus dipenuhi. Namun, belum semua wilayah di Indonesia dapat terjangkau oleh pelayanan air bersih. Tingginya biaya investasi yang diperlukan untuk meningkatkan cakupan pelayanan serta faktor geografis dan alam menjadi salah satu penyebabnya.

“Tercatat, sekitar 17 persen atau 40 juta masyarakat Indonesia yang masih kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih,” ujar Sekretaris Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Antonius Ratdomopurbo, Kamis (26/9).

Antonius menyatakan, sudah menjadi komitmen dari Badan Geologi untuk memberikan bantuan sarana air bersih berupa sumur bor kepada masyarakat sulit air. Upaya konkrit untuk memberikan akses air bersih bagi masyarakat di wilayah sulit air tersebut diwujudkan dengan diserahterimakannya 204 buah sumur bor, yang tersebar di 73 kabupaten/kota.

“Pada hari ini, sebanyak 204 buah sumur bor yang tersebar di 73 kabupaten/kota dengan nilai perolehan Rp 92 miliar kita serahterimakan pengelolaannya kepada Pemerintah Daerah penerima bantuan. Kami berharap agar barang milik negara (BMN) dari Badan Geologi ini dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sejak tahun 2005 hingga 2018, Badan Geologi telah berhasil membangun sebanyak 2.288 unit sumur bor yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Total kapasitas debit air bersih dari sumur-sumur tersebut mencapai 144,4 juta m3 per tahun, yang dapat melayani sebanyak kurang lebih 6,6 juta jiwa.

Pada periode yang sama, Badan Geologi juga telah menerima 7.065 surat permohonan bantuan pembangunan sarana air bersih melalui sumur bor dari berbagai Instansi, baik Pemerintah Daerah dan masyarakat.

“Dengan banyaknya permohonan akan kebutuhan sumur bor air bersih ini, maka Badan Geologi selalu meningkatkan jumlah titik sumur bor setiap tahunnya. Hal ini terlihat dari komposisi anggaran yang ada pada Pusat Air Tanah dan Geologi Tata lingkungan di tahun 2019 ini, di mana 76 persen digunakan untuk penyediaan sumur bor,” jelas Antonius.

Bersamaan dengan serah terima BMN sumur bor, diserahterimakan pula bantuan 4.068 Unit BMNdari Ditjen EBTKE berupa 3.798 PJU TS, 2 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat, 1 Revitalisasi PLTS, 264 Lampu LED, 1 PLT POME, 1 Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH), 1 Finalisasi Pembangunan PLTMH dan 1 PLT CPO. Bantuan senilai Rp 132 miliar tersebut tersebar di 31 Kabupaten/Kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *