, ,

PascaGempa Flores, Pertamina Pastikan Penyaluran BBM dan LPG

Posted by

Flores, Petrominer — Pertamina Patra Niaga terus memastikan pasokan BBM dan LPG di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap dijaga dan dipulihkan secara bertahap pascagempa bumi yang terjadi, Sabtu (15/9) pagi.

Berdasarkan update kondisi operasional per 15 Agustus 2026, dari total 52 SPBU di wilayah Flores, sebanyak 32 SPBU telah beroperasi dan 20 SPBU masih belum beroperasi karena terdampak bencana. Kondisi operasional SPBU bersifat dinamis dan terus dipantau sesuai perkembangan di lapangan.

“Sebagian SPBU yang belum beroperasi mengalami kendala akibat pemadaman listrik, kerusakan sarana dan fasilitas, maupun kondisi lingkungan yang masih terdampak gempa. Sementara pada beberapa SPBU lainnya, sarana dan fasilitas dalam kondisi aman, namun operasional belum dapat berjalan karena operator masih mempertimbangkan faktor keselamatan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan,” jelas VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, Minggu (16/8).

Untuk wilayah Manggarai, terdapat dua SPBU yang mengalami kerusakan sarana di area pengisian sehingga belum dapat beroperasi. Sementara itu, masyarakat dapat memanfaatkan SPBU lain di wilayah tersebut seperti SPBU 54.86.501 Jl. Yos Sudarso, Kel. Mbaumuku, Kec. Langke Rembong, Kab. Manggarai, SPBU 54.86.503 Jl. Ruteng – Benteng Jawa, Tenda, Kec. Langke Rembong, Kab. Manggar, dan SPBU 54.86.509Jl. Raya Ruteng-Labuan Bajo Km 4 Wil. Mena Kel. Wali Kec. Langke Rembong, Kab. Manggarai.

Sementara itu, lima agen LPG di wilayah Flores masih beroperasi dengan kondisi sarana aman. Stok LPG pada masing-masing agen terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan penyaluran dan suplai.

Untuk minyak tanah, terdapat 12 agen yang terdampak bencana. Pertamina Patra Niaga terus memaksimalkan operasional dan distribusi minyak tanah dengan memperhatikan kondisi Fuel Terminal (FT) Reo yang masih terkendala serta kondisi akses jalan yang terdampak longsor, termasuk jalur Nagakeo–Ngada menuju FT Ende.

“Kami terus melakukan monitoring kondisi sarana dan fasilitas serta mengamankan jalur distribusi yang terdampak. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder juga terus dilakukan agar penyaluran BBM dan LPG tetap berjalan secara aman dan optimal,” tutup Kitty.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *