Foto bersama usai penandatanganan BAST Alih Status yang juga serah terima PLTS Terpusat 22 unit yang dibangun tahun 2019 dan 3 unit PLTS Atap yang dibangun tahun 2018 dari Kementerian ESDM kepada Markas Besar TNI.

Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen untuk membantu Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga wilayah perbatasan negara. Salah satu realisasinya adalah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat di 23 Pos Jaga TNI di wilayah Perbatasan Negara, yang ditargetkan selesai seluruhnya pada Desember 2021.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukkan Dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Dadan Kusdiana, menjelaskan bahwa Kementerian ESDM melalui Ditjen EBTKE bekerjasama dengan Badan Litbang Kementerian ESDM sedang melaksanakan pembangunan PLTS Terpusat pada 23 Pos Jaga TNI di wilayah perbatasan. Pelaksanaan pembangunan infrastruktur di lingkungan TNI ini adalah salah satu implementasi dari MoU dan Perjanjian Kerjasama antara Kementerian ESDM dengan TNI, yang telah berjalan sejak tahun 2018 lalu.

“PLTS Terpusat di 23 unit Pos Jaga Batas Negara itu berada di empat provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, NTT dan Papua. Sebanyak 13 unit di antaranya telah dilaporkan selesai terbangun dan telah dimanfaatkan oleh personil TNI yang bertugas. Sementara sisanya ditargetkan pada minggu kedua Desember 2021 akan dapat selesai terbangun,” ungkap Dadan, Kamis (25/11).

Selain pembangunan 23 PLTS, Kementerian ESDM telah membangun PLTS Terpusat di Pos Jaga TNI AL, pengadaan LTSHE untuk menunjang tugas Marinir di wilayah yang belum tersedia listrik, pembangunan PLTS Rooftop di Mabes TNI sebagai percontohan, maupun pembangunan PLTS Terpusat di wilayah perbatasan negara yang belum tersambung dengan listrik dari PLN. Dengan rincian, tiga unit LTSHE pada tahun 2018 dan 22 unit PLTS pada tahun 2019.

Total nilai infrastruktur yang telah dibangun oleh Ditjen EBTKE mencapai Rp 47.093.071.240. Di mana, Rp 13 miliar di antaranya telah dilakukan alih status kepada TNI melalui TNI Angkatan Laut. Dari jumlah total tersebut, senilai Rp 33.868.459.240 atau 25 unit yang dibangun tahun 2018 dan 2019 telah dilakukan alih status. Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) alih status dan juga sebagai bentuk serah terima dari Kementerian ESDM kepada Markas Besar TNI telah dilakukan, Selasa (23/11).

“Serah terima ini dilakukan agar proses pengelolaan dan pemeliharaan dapat dilakukan secara mandiri oleh TNI,” jelas Dadan.

Asisten Logistik Panglima TNI, Marsda TNI Sujatmiko G.S., mengatakan Mabes TNI sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Mabes TNI bisa mengurangi beban tagihan pemakaian listrik dan pos-pos jaga yang terisolir dapat memperoleh penerangan di pos-posnya sehingga prajurit yang sedang bertugas di pos-pos daerah operasi tidak mengalami kesulitan akan kebutuhan listrik.

Sujatmiko berharap pembangunan PLTS melalui program kerja sama antara Kementerian ESDM dan Mabes TNI ini dapat terus berlanjut, sehingga baik di pangkalan sekitar kantor Mabes TNI dan di pos-pos jaga yang belum terpasang PLTS akan dapat dibangun PLTS yang berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here