Kementerian Perindustrian telah menggandeng sejumlah pihak dalam pengembangan lanjutan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan berbasis tenaga listrik (e-AMMDes).

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian menggandeng beberapa pihak untuk mengembangkan lanjutan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan berbasis tenaga listrik (e-AMMDes). Langkah strategis ini bisa menjadi landasan menuju kemandirian industri dalam negeri di masa mendatang, khususnya dalam penguasaan teknologi kendaraan listrik.

Kementerian Perindustrian melakukan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, Astra Otoparts, dan PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) untuk mendorong program pengembangan lanjutan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan berbasis tenaga listrik (e-AMMDes). Langkah strategis ini sebagai landasan menuju kemandirian industri dalam negeri di masa mendatang, khususnya mengenai penguasaan teknologi kendaraan listrik.

“Kendaraan e-AMMDes ini diciptakan dengan menggunakan teknologi elektrik. Masih ada beberapa hal teknis yang masih harus dikembangkan. Namun secara keseluruhan, kendaraan ini cukup reliable karena dilengkapi konsep power charging,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto, Sabtu (7/9).

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Regulasi ini akan memperdalam struktur dan memacu daya saing industri nasional melalui peningkatan konten lokal dan menciptakan kendaraan yang ramah lingkungan.

Harjanto menjelaskan, dalam program pengembangan kendaran listrik ini, Kementerian Perindustrian melakukan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, Astra Otoparts, dan PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI).

Program e-AMMDes ini diharapkan bisa membuka peluang bagi pelaku industri komponen di dalam negeri untuk menguasai kemampuan bidang penelitian dan pengembangan, terutama teknologi rancang bangun dan desain. Apalagi, Pemerintah telah memfasilitasi pemberian super tax deduction hingga 300 persen bagi perusahaan yang menciptakan inovasi dari hasil litbangnya.

“Skema insentif fiskal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan atas PP No. 94 tahun 2010 tentang Perhitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan Dalam Tahun Berjalan,” paparnya.

Oleh karena itu, guna membangun perekonomian berbasis inovasi dan seiring bergulirnya era industri 4.0, diperlukan sebuah lompatan kemajuan bangsa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Jadi, industri 4.0 itu tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi tinggi dan kualitas produk yang lebih baik,” paparnya.

Dukungan Nyata

Sementara itu, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan nyata dalam program pengembangan e-AMMDes. Misalnya, terhadap upaya pengoptimalan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

“AMMDes telah memiliki tingkat kandungan komponen lokal yang cukup tinggi, yakni mencapai 70 persen,” ungkap Putu.

Sebagai alat kerja yang multiguna, e-AMMDes juga dirancang dengan fungsi beragam. Misalnya menjadi alat transportasi untuk mobilisasi hasil-hasil pertanian dari desa ke kota, serta fungsi alat produksi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ekonomi di pedesaan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan berbasis tenaga listrik (e-AMMDes) akan dilengkapi dengan aplikasi Smartdashboard, yang berfungsi menampilkan aneka informasi kepada orang yang mengoperasikannya.

Presiden Direktur KMWI, Reiza Treistanto, menjelaskan bahwa e-AMMDes akan dilengkapi dengan aplikasi Smartdashboard, yang berfungsi menampilkan aneka informasi kepada orang yang mengoperasikannya. Informasi yang ditampilkan itu antara lain kecepatan, jarak tempuh, status baterai, dan status motor. Smartdashbord juga berfungsi sebagai pengaman e-AMMDes.

Menurut Reiza, tanpa Smartdashboard terpasang, e-AMMDes tidak akan dapat dioperasikan. Smartdashboard itu dari smartphone, sehingga memiliki fungsi ganda.

Ketika tidak terpasang di e-AMMDes, bisa berfungsi seperti smartphone. Kemudian, apabila terpasang di e-AMMDes, sebagian fungsi smartphone-nya masih dapat digunakan, seperti internet dan peta, dan disesuaikan pula dengan peraturan berkendara yang berlaku.

“Smartdashboard dengan dual functions ini juga dapat digunakan untuk penerapan Internet of Things pada e-AMMDes. Beragam fungsi dan sistem dapat ditambahkan pada e-AMMDes dengan Smartdashboardnya,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here