,

Kelompok Tani Binaan Pertagas Perluas Lahan Ramah Lingkungan

Posted by

Cimalaya, Petrominer – Ini semangat kerja yang sesungguhnya. Sekelompok petani di Desa Cilamaya, Kecamatan Wetan, Karawang, Jawa Barat, tetap semangat bercocok tanam di tengah pandemi Covid-19.

Para petani tersebut tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Saluyu binaan PT Pertamina Gas (Pertagas). Mereka dikenal dengan program pertanian ramah lingkungan ini. Kini, saat merebak wabah Covid-19, mereka justru telah menambah luasan lahan tanam hingga 100 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kalau kami tidak turun sawah, tidak ada yang tanam padi, nanti bagaimana nasib petani?,” ujar Ketua Gapotkan Saluyu, Aep Endang Sudrajat, Minggu (26/4).

Menurut Aep, sejak mendapatkan pendampingan mengelola pertanian ramah lingkungan dari Pertagas beberapa tahun lalu, pihaknya telah berhasil melakukan dua kali panen di tahun 2019. Hasilnya pun cukup menggembirakan, sebanyak 7 ton padi berhasil dipanen untuk satu hektar lahan. Saat itu, mereka hanya menggarap 7 hektar lahan pertanian ramah lingkungan.

“Karena kami lihat hasilnya bagus, kami ingin menambah luasan lahan di tahun 2020. Kalau dulu hanya 7 hektar, di tahun ini kami tambah luasan lahan menjadi 14 hektar,” ungkapnya.

Saat ini, jelas Aep, para petani telah melawati tahapan semai dan pemupukan organik tahap kedua. Meski sempat khawatir akan terkendala karena wabah Covid-19, mereka merasa bersyukur karena akses terhadap pupuk organik dan bibit tidak terkendala. Mereka berharap, pada Juni 2020 ini, para petani anggota Gapoktan Saluyu sudah bisa menikmati hasil panen musim pertama.

Insyaa Allah, di tengah wabah kami tetap bisa menghasilkan produk pangan untuk masyarakat,” tegasnya,

Manager Communication, Relation, dan CSR Pertagas, Zainal Abidin, mengapresiasi kegigihan kelompok tani binaannya untuk tetap berproduksi di tengah pandemi. Mereka disebutnya sebagai salah satu pejuang ketahanan pangan negeri.

“Pertagas menaruh perhatian besar terhadap isu ini,” tegas Zainal.

Karena itulah, ujarnya, Pertagas menyambut baik keinginan Gapoktan Saluyu untuk menambah ekspansi lahannya di tahun 2020 ini. Apalagi mereka berinisiatif menanggung seluruh biaya sewa lahan tanpa bergantung lagi dari Pertagas.

Meski demikian, Pertagas ikut berkontribusi dalam penampingan untuk pelatihan bagi anggota kelompok petani yang baru bergabung untuk mengikuti pelatihan pertanian ramah lingkungan, Pertagas juga masuk membantu dari sisi pengadaan pupuk organiknya, meski sebagian sudah diproduksi dan didanai oleh para petani sendiri.

Lebih lanjut, Zainal berharap, kesuksesan Gapoktan Saluyu tersebut akan memicu para petani lain untuk tetap semangat berjuang di garda terdepan menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional di tengah pandemi.

“Kami juga selalu mendampingi dan mengingatkan agar rekan-rekan petani mengantisipasi adanya wabah saat melakukan aktivitas di sawah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *